RADARMAGELANG.ID, Magelang – Di meja makan masyarakat lokal hingga wisatawan asing, kuliner legendaris begitu menggoda lidah.
Cita rasa yang otentik kerap menggugah keinginan wisatawan untuk membungkus dan membawanya pulang ke daerah asal. Sayangnya, kuliner Nusantara tak banyak yang tahan lama.
Kendala itu kerap menjadi batu sandungan, sehingga kuliner khas daerah sulit berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Di tangan Emma Dwi Ratnasari dan tim, hambatan itu diangkat menjadi sebuah penelitian berjudul “Revitalisasi Kuliner Heritage Kota Magelang melalui Teknologi Pengawetan dan Inovasi Produk untuk Daya Saing UMKM”. Salah satu produk khas Kota Magelang yang diriset adalah getuk.
Penelitian tersebut berhasil meraih juara pertama lomba riset unggulan daerah (RUD) tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Magelang.
Karya ini dinilai memiliki kontribusi strategis dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif sekaligus pelestarian kuliner khas Kota Magelang.
Sementara penghargaan terbaik kedua diraih penelitian berjudul “Si-Pandai”: Model Sekolah Inklusi Berbasis Kesiapan Guru dalam Perspektif EDAI (Equity, Diversity, Accessibility and Inclusion). Penelitian ini diketuai oleh Galih Istiningsih.
Penelitian ini menawarkan model pengembangan pendidikan inklusif yang menitikberatkan pada kesiapan guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang setara, beragam, mudah diakses, dan inklusif bagi seluruh peserta didik.
Atas prestasi tersebut, masing-masing tim peneliti memperoleh penghargaan berupa uang pembinaan Rp 17,5 juta.
Kepala Bapperida Kota Magelang Handini Rahayu mengatakan, RUD diselenggarakan untuk menemukan atau mengembangkan karya masyarakat secara nyata dalam rangka mengoptimalkan potensi.
Program ini menjadi bentuk apresiasi kepada para peneliti yang menghasilkan karya inovatif dan berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah berbasis riset.
“Hasil penelitian yang terpilih diharapkan tidak berhenti pada tataran akademis semata, tetapi dapat menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan serta implementasi program pembangunan daerah,” kata Dini, Kamis (11/6/2026).
Melalui pemanfaatan hasil riset yang relevan dan aplikatif, Pemkot Magelang terus berupaya mewujudkan pembangunan yang berbasis data, inovasi, dan kebutuhan masyarakat.
“Kita harap semakin banyak gagasan berkualitas yang lahir untuk mendukung terwujudnya Kota Magelang yang maju, inovatif, dan berdaya saing,” pungkasnya. (put/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo