Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Ribuan Orang Bakal Meriahkan Grebeg Sura Gunung Tidar Magelang

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Jumat, 12 Juni 2026 | 18:43 WIB
Kirab budaya Grebeg Sura yang diadakan pada tahun lalu. Tahun ini diprediksi akan lebih meriah. (Rofik Syarif GP/Jawa Pos Radar Magelang)
Kirab budaya Grebeg Sura yang diadakan pada tahun lalu. Tahun ini diprediksi akan lebih meriah. (Rofik Syarif GP/Jawa Pos Radar Magelang)

 

RADARMAGELANG.ID, Magelang – Seperti tahun sebelumnya, Grebeg Sura bakal digelar di Gunung Tidar Kota Magelang. Kegiatan berlangsung dua hari Minggu-Senin (14-15/6/2026).

Acara ini untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H  atau 1 Sura dalam kalender Jawa. Grebeg tahun ini bertemakan Cakra Manggilingan.

Puncak acara diadakan Senin (15/6/2026), dengan berbagai acara. Seperti kirab budaya pada sore hari, sedangkan malam hari ada munggah Gunung Tidar dengan sejumlah acara ritual adat, doa bersama, serta ngalap berkah.

“Tahun ini antusias para seniman dan budayawan sangat tinggi. Ribuan orang akan hadir baik di kirab budaya maupun di ritual puncaknya pada Senin (15/6/2026) malam,” ucap Juru Kunci Gunung Tidar, Imam Budi Prasetyo.

Tema besar yang diambil pada Grebeg Suro, menurutnya, bobot kesakralannya lebih kuat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tema Cakra Manggilingan memiliki arti roda kehidupan. 

Kehidupan manusia layaknya sebuah perputaran roda. Kadang di bawah, kadang di atas.

Baca Juga: Bulan Rajab, Pengunjung Gunung Tidar Kota Magelang Tembus 25 Ribu Orang

 “Namun, seyogyanya kita sebagai manusia harus bisa senantiasa mensyukuri setiap proses yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa,” ucapnya.

Imam menjelaskan, rangkaian acara dimulai dengan pengambilan air dari tujuh mata air yang akan digunakan pada puncak malam 1 Sura. Acara pada Minggu (14/6/2026) dimulai pukul 08.30 dengan kegiatan kesenian hingga malam hari.

Dilanjutkan pada Senin (15/6/2026), yang paginya masih ada sejumlah hiburan kesenian.

Dilanjutkan sore pukul 15.30 kirab budaya yang diikuti 1.500 peserta. Menempuh rute satu kilometer mengelilingi kawasan Magersari. Mereka merupakan pelaku seni dan budayawan.

“Dalam kirab ini ada ogoh-ogoh berupa Semar dan Hanoman, serta ogoh-ogoh lainnya,”imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator Grebeg Suro, Supiyah Wahyuningsih menambahkan, puncak acara pukul 20.00, peserta membawa empat gunungan, sembilan tumpeng, dan sembilan ingkung ke puncak Gunung Tidar.

Di puncak Gunung Tidar akan diadakan ritual adat, doa bersama, penyatuan ari dari tujuh mata air, serta penyampaian wejangan atau pesan moral.

Dikatakan, Gunung Tidar selama ini memiliki nilai spiritual yang kuat dalam tradisi Jawa.

Selain dikenal sebagai titik paku tanah Jawa, kawasan ini juga diyakini berkaitan dengan tokoh-tokoh spiritual. 

Karena itu, Grebeg Suro tidak hanya menjadi agenda budaya dan agenda rutin tahunan. Tetapi juga magnet spiritual yang menarik kehadiran masyarakat dari berbagai daerah, bahkan luar Jawa, untuk melakukan ritual ngalap berkah. (rfk/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#Grebeg Sura Gunung Tidar #pakuning tanah jawa #juru kunci #gunung Tidar #kirab budaya