RADARMAGELANG.ID, Magelang–Paguyuban Peduli Kali Magelang (PPKM) melakukan aksi yang tak biasa. Mereka menanam pohon ketela di area sedimentasi saluran Kali Bening, yang melintasi Kawasan Cawang, Kota Magelang, Sabtu (16/5/2026).
Aksi ini bukan tanpa sebab. Melainkan menjadi bentuk protes sekaligus langkah konservasi lingkungan. Pohon ketela yang ditanam di area sedimentasi atau endapan berfungsi sebagai penahan erosi dan menjaga kestabilan tanah, terutama di saat debit air meningkat. Bahkan jika musim panen, ketela tersebut dapat bernilai ekonomi.
Koordinator kegiatan Nana Paundra menyampaikan rasa prihatinnya terhadap tingginya sedimentasi di sejumlah aliran sungai di wilayah Magelang. Namun jarang disadari oleh berbagai pihak. Padahal sedimentasi itu bisa menyebabkan aliran sungai terhambat dan memicu banjir ketika musim hujan tiba.
“Kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan, air bisa meluap, maka perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pihak, karena akan berdampak langsung terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat,” tutur Nana.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu menunggu pemerintah bergerak untuk mengatasi sedimentasi. Masyarakat memiliki kekuatan besar untuk bergotong royong membersihkan sedimentasi pada saat musim kemarau seperti sekarang. Selain itu, masyarakat juga harus memahami bahwa sedimentasi di Kali Bening tidak hanya disebabkan oleh erosi lahan saja, tapi juga karena dipengaruhi oleh penumpukan sampah rumah tangga yang dibuang ke sungai.
“Permasalahan sedimentasi dan sampah sungai tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat, dan sekarang waktu yang tepat melakukan kerja bakti karena sedang kemarau,” tambahnya.
Toh begitu, Nana mendesak pemerintah untuk mengoptimalkan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki dan mengerahkan penggunaan alat berat untuk mempercepat proses normalisasi, juga pembersihan sedimentasi di titik-titik yang cukup kritis.
Di sisi lain, PPKM tetap memberikan apresiasi terhadap beberapa program pemerintah yang berkaitan dengan berbagai program bersih-bersih sungai yang selamat ini sudah dilaksanakan. Kegiatan yang dimaksud itu seperti bersih sungai pada momentum Hari Kesiapsiagaan Bencana di kawasan Jalan Cempaka maupun kegiatan Merti Kali di kawasan Gelora Sanden. “Upaya ini membutuhkan keberlanjutan dan kolaborasi seluruh stakeholder, agar kondisi sungai di Kota Magelang dapat terus terjaga,” ungkapnya.
Nana pun berharap masyarakat meningkatkan kesadarannya dalam menjaga kesehatan lingkungan, salah satunya tidak membuang sampah maupun limbah ke sungai. Sebab, tindakan tersebut dapat memperparah kerusakan sungai dan ekosistem di dalamnya. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto