RADARMAGELANG.ID, Magelang—Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Magelang tahun 2025 sebesar 82,92. Meskipun angka itu berada di atas IPM Provinsi Jawa Tengah dan nasional, DPRD Kota Magelang menilai capaian ini jauh di bawah kota terdekat.
Anggota DPRD Kota Magelang Adi Chandra Pamungkas menjelaskan, IPM Kota Magelang dilaporkan meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2021, IPM berada di 79,43 lalu naik satu poin di tahun 2022 menjadi 80,39. Selanjutnya pada 2023 dan 2024 secara berturut-turut, angka IPM Kota Magelang sebesar 81,17 dan 82,15.
“Sekarang di 82,92, namun sebagai perbandingan gambaran kemajuan pembangunan SDM antardaerah perkotaan, capaian IPM 2025 itu masih berada jauh di bawah Kota Jogjakarta yang telah mencapai 89,53,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Sementara IPM Kabupaten Sleman 86,35, Kota Salatiga 86,23, Kota Semarang 85,80, Kota Surakarta 84,92, dan Kota Surabaya 85,56. “Perbandingan tersebut, seharusnya menjadi dasar Pemkot Magelang untuk mampu menemukan cara-cara yang efektif untuk segera menyamai atau mengimbangi Kota Salatiga dan Kota Jogjakarta dalam pembangunan kualitas manusia,” tutur Wakil Ketua Pansus 2 LKPJ Wali Kota Magelang 2025 itu.
Sebagai kota jasa yang tidak memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA), kata Adi, Kota Magelang harus bisa menggali potensi-potensi yang bisa menjadi unggulan.
Menurutnya, selain penguatan pada SDM yang berdaya saing, perekonomian Kota Magelang juga tak boleh tertinggal dari daerah sekitarnya. Jika dilihat dari capaian makro ekonomi dan tingkat kesejahteraan sosial, capaian di tahun 2025 sudah menunjukkan kondisi yang semakin baik pasca menghadapi Pandemi Covid-19.
Dikatakan Adi, faktor yang turut mempengaruhi perbaikan ekonomi daerah itu berkat paket kebijakan ekonomi dan kebijakan anggaran daerah yang diimplementasikan secara konsisten, sepanjang 2025. “DPRD Kota Magelang patut untuk terus memberikan dukungan kepada pemerintah daerah, agar mempertahankan kinerja makro ekonomi dan harus kerja lebih keras lagi di tengah tantangan perekonomian global yang tidak ringan ini,” terangnya.
Menurutnya, Pemkot Magelang sudah menunjukkan kinerja cukup baik dalam mengelola keuangan daerah. Berdasarkan dokumen LKPJ Wali Kota Magelang Tahun Anggaran 2025, disebutkan bahwa realisasi pendapatan daerah tahun 2025 melampaui target sebesar Rp5,802 miliar lebih atau terealisasi sebesar 100,6 persen dari target pendapatan yang ditetapkan dalam APBD Perubahan 2025.
Sementara realisasi belanja daerah tidak terserap sebesar Rp106,508 miliar lebih, atau realisasinya 90,7 persen dari alokasi, sehingga terjadi pergeseran defisit anggaran daerah di tahun 2025. “APBD tahun 2025 setelah perubahan, semula diproyeksikan defisit Rp110,396 miliar lebih, pada realisasinya justru surplus menjadi sebesar Rp1,914 milir,” katanya. (put/aro)
Indeks Pembangunan Manusia
Kota Jogjakarta 89,53
Kabupaten Sleman 86,35
Kota Salatiga 86,23
Kota Semarang 85,80
Kota Surakarta 84,92
Kota Surabaya 85,56
Kota Magelang 82,92
Diolah dari Berita
Editor : H. Arif Riyanto