Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Literasi Visual dengan Pelatihan Membuat Scrapbook 

Puput Puspitasari • Sabtu, 9 Mei 2026 | 00:20 WIB
Peserta pelatihan literasi visual tengah sibuk menyiapkan pernak-pernik untuk mendekorasi mading maupun scrapbook, Jumat (8/5/2026). (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Peserta pelatihan literasi visual tengah sibuk menyiapkan pernak-pernik untuk mendekorasi mading maupun scrapbook, Jumat (8/5/2026). (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Magelang – Di tengah tren digitalisasi, kebiasaan menulis buku catatan pribadi atau diary kini mulai memudar di kalangan generasi muda. Menyikapi fenomena itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Magelang berupaya menghidupkan kembali minat menulis dengan cara kreatif. Pihaknya memberikan pelatihan literasi visual seperti membuat scrapbook dan majalah dinding (mading).

Acara yang berlangsung di Aula Perpustakaan Umum Kota Magelang itu diikuti sekitar 25 siswa dari berbagai sekolah, Jumat (8/5/2026). Pelatihan ini menghadirkan narasumber, Putri Prasetyanti.

Putri menjelaskan, literasi visual sangat penting diberikan kepada remaja, mengingat otak manusia lebih mudah menangkap gambar daripada tulisan. Karena itu, sebuah tulisan yang disajikan dengan gambar dan dihias dengan dekorasi yang memikat mata diyakini ampuh memicu keinginan anak-anak untuk membaca. “Mading sekolah sebaiknya dihias, agar menarik, sehingga mereka mau membaca informasi yang disajikan,” tuturnya.

Menurut Putri, mendekorasi mading membutuhkan kreativitas dalam memadukan berbagai elemen visual yang sedap dipandang. Cara itu juga mirip dengan membuat  scrapbook.

Kata Putri, scrapbook memiliki kesamaan dengan diary, karena mendokumentasikan tulisan yang personal. Tetapi keduanya memiliki perbedaan yang mencolok. Scrapbook memasukan seni kerajinan tangan dalam menyusun kenangan, seperti foto, dan hiasan lainnya.

“Bahkan di dalam scrapbook, momen makan bersama teman tidak sebatas disajikan dalam tulisan saja. Bisa ditambah dengan struk belanjanya, lalu foto rumah makannya, dan lainnya,” imbuhnya.

Bagi Putri, menulis catatan harian tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan menulis saja, tapi juga merilis emosi yang dirasakan. Baik itu perasaan senang, maupun sebaliknya. (put/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#lterasi #scrapbook #perpustakaan kota magelang #pelatihan #visual