RADARMAGELANG.ID, Magelang–Ribuan peserta dari berbagai negara antusias mengikuti event Red Dress Run Interhash 2026, Jumat (8/5/2026). Dengan mengenakan dresscode serba merah, mereka berjalan kaki dari kompleks eks Karesidenan Kedu menuju Gedung Tri Bhakti Kota Magelang.
Ketua Penyelenggara Interhash 2026 Liem Chie An mengatakan, event Interhash 2026 kali ini kurang lebih diikuti sekitar 3.000 peserta dari 44 negara. Event ini akan mengambil sejumlah rute. Rute pertama di Kota Magelang dengan jarak sekitar 4 kilometer.
“Para peserta kita ajak untuk melihat-lihat suasana perkotaan Kota Magelang, yang dikenal lekat dengan sejarahnya masa lampau,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Magelang, Jumat (8/5).
Ia berharap, event ini bisa meramaikan Kota Magelang dan meningkatkan perputaran roda ekonomi di Kota Magelang.
Dijelaskan, Interhash adalah ajang reuni dan lari lintas alam (cross country) non-kompetisi internasional bagi komunitas Hash House Harriers (HHH) dari berbagai negara yang diadakan dua tahun sekali. “Tahun ini, Indonesia sebagai tuan rumah,” katanya.
Kegiatan ini menggabungkan olahraga, rekreasi, dan petualangan di alam bebas. Interhash tahun ini digelar pada 8-10 Mei 2026 dengan sejumlah kegiatan, salah satunya Red Dress Run. "Red Dress Run ini sendiri menggabungkan Fun, Fitness, and Friendship," jelas Lim.
Pada hari kedua, para peserta dibagi dalam beberapa kelompok. Mereka akan berlari di lokasi yang sudah ditentukan. Salah satunya di Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.
"Karena pesertanya banyak, mereka dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dan akan lari di lokasi yang sudah ditentukan. Seperti di Tuksongo, Becici, wilayah Merapi, dan lain sebagainya," papar Lim.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menilai kegiatan internasional ini memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Menurutnya, sektor jasa, perhotelan, kuliner, hingga usaha kecil turut merasakan manfaat dari kedatangan peserta mancanegara.
“Event ini memberikan dampak yang positif pada perekonomian yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Mulai dari perhotelan, kuliner hingga usaha kecil di sekitar lokasi kegiatan,” katanya.
Ia berharap, kegiatan tersebut dapat memperkuat citra Kota Magelang sebagai kota bersejarah. Selain itu, juga sebagai destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan internasional. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto