RADARMAGELANG.ID, Magelang – Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengecek sejumlah persiapan Interhash 2026. Setelah itu, Damar juga menyambut kehadiran Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di warung Kupat Tahu Pojok, Kamis (7/5/2026).
Damar menyebut, SBY akan membuka Interhash yang dihadiri sekitar 3.000 pelari dari 44 negara, seperti Malaysia, Singapura, hingga Australia. Sebelum agenda 8 Mei itu, SBY menikmati kupat tahu favoritnya. “Menurut beliau, setiap ke Magelang, kalau belum makan tahu kupat, (rasanya) belum ke Magelang,” ucap Damar dengan senyum.
Menurut Damar, kehadiran SBY di Kota Magelang memberikan dampak positif. Kota Magelang semakin dikenal luas.
Sementara itu, Susilo Bambang Yudhoyono mengaku selalu merindukan Kota Magelang, terlebih makanan favoritnya, yakni tahu kupat. Namun menurut SBY, tahu kupat bukan satu-satunya kuliner khas yang ada di Kota Magelang. Masih ada kuliner lainnya, yang sama-sama enak untuk dinikmati. “Tiap kali makan tahu kupat di tempat ini (Tahu Pojok, Red) selalu lezat, jos,” ucapnya.
Selain kulinernya, bagi SBY, Kota Magelang memiliki historis yang kuat bagi perjalanan karir militernya. Ia cukup lama menetap di Kota Magelang saat menempuh pendidikan di Akademi Militer. “Saya pernah lama tinggal di sini, dan selalu mengajak teman-teman go to Magelang, bukan hanya kulinernya, tapi banyak hal yang bisa dilihat di Magelang ini,” ujarnya.
SBY mengutarakan, Kota Magelang merupakan kota yang menarik dikunjungi. Dia menyebut, Magelang adalah sentral dari Pulau Jawa.
“Ada mitos, ada legenda bukit Gunung Tidar sebagai pakunya Pulau Jawa. Ini metafora ya, konon, Indonesia akan stabil kalau pakunya Tanah Jawa ini dijaga, dirawat, dikembangkan, sehingga menjadi tetenger, seperti falsafah Jawa. Mudah-mudahan membawa kebaikan dan semoga berdampak baik untuk Kota Magelang,” tuturnya.
Terpisah, Pemkot Magelang mematangkan persiapan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjelang Interhash 2026, 8 Mei. Momen tersebut diyakini menjadi peluang emas bagi pelaku usaha memasarkan produk mereka ke peserta mancanegara.
Seperti diberitakan sebelumnya, Interhash atau Red Dress Run merupakan ajang lari nonkompetitif yang memadukan lari dengan eksplorasi dan interaksi sosial.
Kepala Bidang Perdagangan DPPKUM Kota Magelang Hendra Subiyanto menyebutkan, pihaknya telah memetakan sejumlah titik strategis untuk UMKM. Di kawasan Bakorwil, misalnya, tersedia ruang bagi delapan pedagang pilihan yang terdiri atas empat unit food truck dan empat stan UMKM unggulan, batik, hingga kerajinan tangan. Namun karena keterbatasan ruang, pedagang lain tetap diperbolehkan berjualan di sepanjang jalan yang dilalui peserta. “Kita ingin, pendapatan bisa dirasakan merata oleh masyarakat luas,” ujarnya.
Toh begitu, Hendra tetap memberikan imbauan kepada pedagang agar menjaga estetika dan kenyamanan di kawasan niaga. DPPKUM telah menerbitkan surat edaran yang dikhususkan bagi pedagang di sepanjang Jalan Veteran dan Jalan Pemuda (Pecinan), agar mempercantik visual lapak mereka. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto