RADARMAGELANG.ID, Magelang—Pemkot Magelang menempatkan sektor pendidikan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia (SDM). Pendidikan adalah bagian yang paling fundamental, hal terpenting dalam peradaban manusia.
“Apapun persoalan yang kita hadapi, kuncinya tetap pendidikan,” kata Wali Kota Magelang Damar Prasetyono usai memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di halaman depan Kantor Wali Kota Magelang, Senin (4/5/2026).
Upacara peringatan Hardiknas berlangsung khidmat dengan nuansa kebudayaan. Peserta upacara dari berbagai unsur, mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah. Damar juga tampil mengenakan busana adat Jawa Timur saat bertindak sebagai pembina upacara.
Menurut Damar, pendidikan memiliki peran strategis dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial, termasuk kemiskinan. “Kemiskinan bisa kita potong lewat pendidikan. Pendidikan bukan hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan. Ini tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Saat ini, pihaknya memfokuskan berbagai kebijakan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan pendidikan formal maupun nonformal. Menurutnya, berbagai program pendidikan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah daerah telah berjalan selaras dan terus diperkuat melalui inovasi di tingkat lokal.
Salah satu inovasi yang dijalankan Pemkot Magelang adalah penerapan jam masuk sekolah pukul 06.30 sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan melatih kedisiplinan. “Masuk sekolah jam 06.30 WIB adalah bagian dari penguatan karakter. Ini sebenarnya sudah ada dari pemerintah pusat, tetapi kami perkuat lagi agar anak-anak di Kota Magelang lebih siap menata masa depannya,” jelasnya.
Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto