RADARMAGELANG.ID, Magelang – Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kota Magelang masih tersendat, karena minimnya ketersediaan lahan.
Dari 17 kelurahan yang ada, baru satu kelurahan yang siap membangun, yakni Kelurahan Wates.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (DPPKUM) Kota Magelang Syaifullah membenarkan, baru Kelurahan Wates yang memasuki tahap pembangunan fisik. Kelurahan ini juga diproyeksikan menjadi percontohan di kotanya.
“Sampai dengan saat ini yang benar-benar memungkinkan itu baru satu, yaitu di Kelurahan Wates. Kalau yang lainnya itu masih terkendala lahan," jelasnya, pekan lalu.
Pria yang akrab disapa Syaiful itu menjelaskan, setiap kelurahan menghadapi kendala yang beragam. Tidak hanya kesiapan lahan untuk dibangun, namun juga potensi wilayah itu sendiri, termasuk sumber daya manusianya.
“Memang progresnya beda-beda. Ada yang lebih cepat, ada yang biasa saja. Itu tergantung potensi masing-masing wilayah," ujarnya.
Beberapa wilayah yang memiliki modal awal dan anggota yang kuat, cenderung menunjukkan perkembangan yang lebih baik.
Walau begitu, Koperasi Merah Putih di kelurahan lain tetap berjalan dalam bentuk unit usaha, meskipun belum memiliki bangunan fisik khusus, mengikuti standar bangunan KDMP yang ditetapkan.
Seperti diketahui, seiring berjalannya waktu, berbagai wilayah menghadapi kendala ketersediaan lahan. Pada Februari lalu, Kementerian Koperasi telah merancang kebijakan customized design atau desain fisik bangunan koperasi lebih fleksibel yang bisa disesuaikan dengan kondisi lokal, terutama untuk koperasi yang dibangun dengan keterbatasan luas lahan. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto