RADARMAGELANG.ID, Magelang - Pertumbuhan sektor pariwisata di Magelang dalam beberapa tahun belakangan memperlihatkan kecenderungan yang semakin meningkat.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Magelang menerima lebih dari 2,5 juta kunjungan pada tahun 2024, sementara Kota Magelang mencatat lebih dari 514 ribu wisatawan domestik pada semester pertama 2025.
Tingginya arus wisatawan ini didorong oleh posisi strategis Magelang sebagai titik perhentian antara Yogyakarta, Semarang, dan Dieng, serta kedekatannya dengan objek wisata utama seperti Candi Borobudur.
BPS juga mengungkap bahwa tingkat hunian kamar (TPK) hotel masih berada pada rentang 25–34 persen dengan rata‑rata lama tinggal sekitar 1,2 malam.
Karena mayoritas kunjungan masih bersifat kunjungan satu hari, potensi ekonomi belum sepenuhnya tergali, meskipun sektor akomodasi dan kuliner tetap menjadi penggerak utama pertumbuhan daerah.
Meskipun begitu, dalam situasi ini, kebutuhan akan hotel berkelas yang dapat mendorong wisatawan memperpanjang masa tinggal menjadi semakin krusial.
Atria Hotel Magelang muncul sebagai salah satu akomodasi yang berupaya memenuhi permintaan tersebut melalui lokasi yang strategis dan fasilitas yang lengkap.
Menurut General Manager Evriansyah, Atria Hotel Magelang terus beradaptasi mengikuti dinamika industri.
“Kami beralih menjadi hotel bisnis dan konferensi dengan fasilitas lengkap, mulai dari kamar yang representatif, ballroom yang luas, hingga ruang pertemuan modern yang mendukung beragam kegiatan MICE. Dengan begitu, Atria Hotel Magelang menjadi pilihan utama bagi acara korporasi, pemerintahan, serta event wisata dan sosial di Magelang,” ujarnya.
Atria Hotel Magelang tidak hanya mengutamakan fungsi, melainkan juga pengalaman.
“Kami menyuguhkan konsep budaya Jawa modern yang terasa dalam desain interior, suasana, hingga layanan. Keramahan khas Jawa menjadi keunggulan kami dalam menciptakan pengalaman menginap yang lebih berkesan dan memberi nilai emosional bagi tamu,” jelasnya.
Atria hadir lengkap dengan fasilitas spa dan relaksasi, serta restoran dengan konsep kuliner tematik.
Selain itu, hotel ini juga aktif menyelenggarakan berbagai program dan acara tematik, sehingga tidak hanya berfungsi sebagai tempat menginap, melainkan juga berkembang menjadi destinasi lifestyle.
Selanjutnya, Evriansyah menjelaskan bahwa posisi Atria Hotel Magelang dirancang untuk menjangkau pasar yang luas dan bersifat hybrid.
Sebagai hotel bintang empat, Atria menargetkan berbagai segmen mulai dari pemerintah untuk kebutuhan MICE, wisatawan rekreasi, keluarga, hingga pasar lifestyle lokal.
Keunggulan kompetitif hotel ini terletak pada perpaduan lokasi strategis, fasilitas MICE yang lengkap, serta diferensiasi budaya sebagai nilai tambah.
Dari segi fasilitas, Atria Hotel Magelang menawarkan pengalaman menginap yang menyeluruh bagi tamu.
Beragam fasilitas unggulan disediakan, antara lain kolam renang dengan pemandangan alam yang instagramable, ballroom dan ruang pertemuan yang representatif.
Mengenai kinerja, tingkat okupansi hotel relatif stabil sepanjang tahun, dengan kenaikan signifikan pada musim liburan serta berbagai kegiatan pemerintah dan sosial.
Untuk meningkatkan okupansi, Atria Hotel Magelang menerapkan berbagai strategi yang berfokus pada diversifikasi pasar, inovasi produk, serta penguatan pengalaman tamu.
Dari sisi layanan, Atria Hotel Magelang juga menempatkan pengalaman tamu sebagai prioritas utama.
“Atria Hotel Magelang sangat baik berkat lokasi strategis, staf ramah, kamar bersih, fasilitas lengkap, dan suasana nyaman. Saya berharap, Atria menambah variasi sarapan,” ujar Rahman dari Jakarta, seorang tamu hotel yang menginap dua malam dalam rangka perjalanan bisnis.
Atria Hotel Magelang menegaskan perannya bukan sekadar penyedia akomodasi, melainkan bagian dari ekosistem pariwisata daerah.
Dengan konsep yang kuat dan pengalaman menginap yang berkesan, hotel ini diharapkan dapat mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi lokal Magelang. (*/put)
Editor : H. Arif Riyanto