Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Wamendagri Bima Arya Jalan-Jalan di Kampung Jambon Gesikan, Magelang: Tertarik Sabun Cuci dari Minyak Jelantah, Puji Kekompakan Warga  

Puput Puspitasari • Kamis, 16 April 2026 | 22:12 WIB
Wamendagri Bima Arya didampingi Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengunjungi Kampung Jambon Gesikan, Kamis (16/4/2026). (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Wamendagri Bima Arya didampingi Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengunjungi Kampung Jambon Gesikan, Kamis (16/4/2026). (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Magelang--Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya terkesima dengan kekompakan warga Kampung Proklim Lestari di Jambon Gesikan RW 4 dan RW 5, Kelurahan Cacaban, Kecamatan Magelang, Kota Magelang.

Warga setempat menjaga kampung mereka tetap hijau dan benar-benar memanfaatkan pekarangan rumah untuk mendukung ketahanan pangan. 

Bima Arya sudah membuktikan sendiri dengan berjalan menyusuri lorong-lorong kampung. Ia juga melihat aktivitas belajar Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Kota Magelang yang ada di sana. Kunjungan ini seolah menjadi penyegar di tengah kesibukannya mengurusi acara retreat ketua DPRD se-Indonesia di Akmil, 15-19 April.

“Kampung ini adalah salah satu contoh terbaik penataan kawasan permukiman dengan prinsip-prinsip ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kulturnya sudah terbangun kuat, karena wali kotanya turun ke lapangan untuk menyemangati dan memotivasi, ketua RT dan RW-nya membangun sistem,” ungkapnya seraya memuji, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, salah satu kampung terbaik di Kota Magelang itu bisa menjadi percontohan untuk RW lainnya. Bukan tidak mungkin, Kampung Jambon Gesikan menjadi teladan bagi daerah lainnya.  “Saya harap sampai ke situ, tapi step-nya (jadi percontohan) di Kota Magelang dulu. Di sini ada 192 RW, harus sama seperti ini. Sehingga kalau ada yang mau studi tiru, ke RW manapun (standarnya) sama seperti ini,” ujarnya.

Arya sempat membawa pulang contoh sabun cuci yang diolah dari minyak jelantah. Sabun tersebut bermanfaat untuk menghilangkan noda-noda membandel di kain maupun sepatu berbahan kain/kanvas.  “Ini menarik, sabun dari minyak jelantah. Inovasinya bagus, minyak yang tadinya tidak terpakai sekarang bisa dimanfaatkan untuk mencuci,” paparnya.

Dirinya menyimpulkan, sistem kampung berkelanjutan di Jambon Gesikan sudah berjalan dari hulu ke hilir. Mulai dari pengelolaan sampah, daur ulang sampah, hingga bank sampah. “Sampah diolah ada yang jadi kompos, ada maggot dan yang menarik sabun jelantah itu. Artinya, semua sudah berputar,” terangnya.

Setelah lama berkeliling ke kampung dan berbincang dengan warga yang ditemuinya, Bima menikmati hidangan makanan dan minuman tradisional hasil olahan warga setempat.

Selama kunjungannya ini, Bima Arya didampingi Wali Kota Magelang Damar Prasetyono. Selain itu, ada pengelola Kampung Proklim Lestari, Djoko Budi Susilo.

Djoko menjelaskan, masyarakat sangat bangga dengan diraihnya predikat Kampung Proklim kategori Lestari. Menurutnya, prestasi ini  buah dari konsistensi warga dalam menjaga lingkungan kampung selalu bersih, rapi, asri.

Warga menghijaukan kampung dengan berbagai tanaman, mulai dari tanaman hias, buah-buahan, hingga tanaman obat. Selain itu, masyarakat sudah konsisten melakukan pemilahan jenis sampah rumah tangga, sebelum dibuang ke tempat pembuangan sampah.

“Awalnya kita membuat ini untuk merespon pemanasan global, tapi sekarang manfaatnya kita rasakan, lingkungan bersih, udara sejuk. Sangat nyaman,” katanya. (put/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Kampung Proklim #Cacaban #Wali Kota Magelang Damar Prasetyono #Kota Magelang #bima arya sugiarto