RADARMAGELANG.ID, Magelang – Pemkot Magelang menunjukkan keseriusannya dalam upaya penghematan energi.
Selain penerapan komposisi pegawai work from home (WFH) 30 persen dan work from office (WFO) 70 persen setiap Jumat, mereka menggelar sosialisasi konservasi energi untuk mendukung transformasi budaya kerja aparatur sipil negara (ASN).
Dua narasumber berkompeten dihadirkan, yakni Kabid Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi pada Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah Dwi Suryono, dan Analis Kebijakan Ahli Muda pada Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Tengah Nanang Aribowo. Sosialisasi ini berlangsung di Ruang Sidang Lantai 1, Setda Kota Magelang, Rabu (15/4/2026).
Menurut Dwi Suryono, langkah hemat energi bisa dilakukan dengan mematikan lampu serta mencabut kabel perangkat elektronik ketika tidak digunakan.
Kabel elektronik yang masih menancap di stop kontak atau dalam posisi standby tetap dapat menyerap konsumsi listrik, sekalipun tidak difungsikan.
“Dalam konservasi energi, budaya atau perilaku hemat energi harus dilakukan secara sadar dan konsisten oleh individu,” ujarnya.
Kini, konservasi energi menjadi penting dan relevan sebagai instrumen strategis untuk menekan pemborosan energi di daerah, serta meningkatkan efisiensi belanja energi, khususnya pada listrik dan BBM pada penggunaan aset pemerintahan.
Saat ini, implementasi energi terbarukan di Jawa Tengah dilaksanakan dalam beberapa program.
Di antaranya, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap dengan sasaran UMKM, SMK, dan pondok pesantren.
Kemudian pengembangan biogas di wilayah yang memiliki potensi dari limbah ternak dan limbah tahu, membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), hingga membangun ekosistem kendaraan listrik dengan pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan kampanye penggunaan motor listrik.
Sementara itu, Nanang Aribowo juga menyoroti penggunaan pendingin ruangan atau AC di kantor pemerintahan.
Menurutnya, peningkatan efisiensi penggunaan energi listrik juga bisa dilakukan melalui pengelolaan AC. Suhu hemat listrik untuk penggunaan AC yang tepat berada di rentang 24-26 derajat celcius. Makin kecil, makin boros konsumsi listrik.
Kabag Perekonomian dan SDA Setda Kota Magelang Kun Arsanti mengungkapkan, di tengah kondisi global yang belum sepenuhnya stabil, termasuk gangguan konflik yang berdampak pada pasokan dan harga energi kimia, ASN dituntut lebih bijak menggunakan energi.
“Kita tidak boleh menganggap energi sebagai sesuatu yang tersedia tanpa batas. Sebagai ASN, kita harus menjadi pelopor dalam perilaku hemat energi,” katanya. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto