Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran, 11 Desa di Kabupaten Magelang Terdampak Hujan Abu Tipis

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Selasa, 14 April 2026 | 22:01 WIB
Sebanyak 11 desa dari dua kecamatan di Kabupaten Magelang terdampak hujan abu akibat luncuran awan panas guguran (APG) Gunung Merapi, Senin (13/4/2026)  (ROFIK SYARIF/ JAWA POS RADAR MAGELANG)
Sebanyak 11 desa dari dua kecamatan di Kabupaten Magelang terdampak hujan abu akibat luncuran awan panas guguran (APG) Gunung Merapi, Senin (13/4/2026)  (ROFIK SYARIF/ JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Magelang - Sebanyak 11 desa dari dua kecamatan di Kabupaten Magelang terdampak hujan abu akibat luncuran awan panas guguran (APG) Gunung Merapi, Senin (13/4/2026) malam.

Dua kecamatan yang terdampak yakni, Kecamatan Dukun dan Sawangan.

Dengan desa yang terdampak hujan abu yakni, Desa Paten, Desa Sengi, Desa Krinjing, Desa Mangunsoko, Desa Sumber, dan Desa Sewukan di Kecamatan Dukun.

Dan di Kecamatan Sawangan ada Desa Kapuhan, Desa Ketep, Desa Wonolelo, Desa Gantang, dan Desa Krogowanan.

Berdasarkan data yang dihimpun dari BPPTKG, sebelum adanya hujan abu. Gunung Merapi pada pukul 19.56, telah terjadi awan panas guguran dengan estimasi jarak luncur ±2.000 meter.

Dan pada pukul 20.40, dilaporkan terjadi hujan abu tipis di beberapa wilayah Kabupaten Magelang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Bambang Hermanto membenarkan adanya hujan abu di Kecamatan Dukun dan Sawangan sekitar pukul 20.40.

“Sehingga kami menghimbau kepada warga tetap waspada, terutama menjauhi alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi," ujarnya.

Imbauan tersebut, kata dia, berkaitan dengan potensi bahaya sekunder, seperti aliran material vulkanik yang dapat terbawa melalui sungai-sungai berhulu di puncak Merapi.

Terutama jika terjadi hujan di kawasan atas.

Hingga saat ini status Gunung Merapi masih berada pada level III atau siaga.

Sehingga masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tetap tenang serta selalu mematuhi rekomendasi resmi dari instansi berwenang.

Bambang menambahkan, meski tidak menimbulkan gangguan berarti dalam waktu singkat, hujan abu tetap menjadi indikator aktivitas vulkanik yang harus diwaspadai.

Terutama bagi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana.

Sementara itu, Warga Desa Sengi, Wawan menyebut, hujan abu yang terjadi tidak terlalu tebal, namun cukup terlihat. “Memang ada hujan abu, tapi tipis. Dan kemarin berhenti sekitar pukul 23.00,” kata dia. (rfk/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#gunung merapi #kecamatan dukun #Kabupaten Magelang #Kecamatan Sawangan #awan panas guguran