RADARMAGELANG.ID, Magelang – Kota Magelang dinobatkan menjadi kota termaju se-Indonesia, berdasarkan hasil pengukuran Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 yang dirilis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kabar ini menjadi kado spesial di Hari Jadi ke-1120 Kota Magelang yang jatuh pada 11 April 2026.
Kota Getuk menempati posisi kedelapan sebagai kota termaju, di bawah Samarinda. Yang menarik, indeks daya saing kota yang hanya memiliki luas 18,54 kilometer persegi dengan tiga kecamatan dan 17 kelurahan ini sudah melampaui angka nasional 3,50. Skor yang berhasil diraih Kota Magelang, yakni 4,29.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengaku bangga dengan predikat sebagai kota termaju. Ia memastikan jika prestasi itu tidak akan menghentikan langkahnya untuk terus berbenah diri, hingga mampu mewujudkan Kota Magelang sebagai kota tangguh, inklusif, berkelanjutan.
“Prestasi itu membanggakan sekali. Karena kami yakin indikator penilaiannya sangat banyak, dari berbagai macam sudut pandang. Peringkat ini akan terus menjadi cambuk untuk maju dan maju,” kata Damar.
Bersama dengan wakilnya, dr Sri Harso, Damar akan mempertajam program yang bermuara pada penguatan identitas diri sebagai kota perdagangan dan jasa yang harmonis, humanis, nyaman, dan berkelanjutan.
“Kota Magelang ini kota perdagangan dan jasa, hidupnya dengan event. Penyelenggaraan acara seperti Grebeg Getuk membuat UMKM hidup, masyarakat sejahtera,” imbuhnya.
Damar juga meminta kepada jajarannya dan masyarakat agar tak terlena dengan usia Kota Magelang yang menua. Justru hal tersebut dimaknai dengan kematangan dan kedewasaan dalam bersikap.
“Ini adalah jejak panjang perjalanan sebuah kota, yang dibangun dari semangat gotong royong warganya, dirawat dalam harmoni meski di tengah perbedaan, serta diwariskan jati dirinya dengan penuh cinta dan rasa bangga,” tuturnya.
Ia juga tidak ingin, di hari bahagia itu, masyarakat malah meributkan perbedaan penghitungan usia Kota Magelang. Tidak dipungkiri bahwa pertanyaan mengenai angka 1120 masih kerap muncul setiap peringatan digelar.
“Namun saya berharap, perbedaan tafsir ini tidak menjadi sekat yang merenggangkan kita. Sebab pada akhirnya, yang terpenting bukan pada angka yang kita hitung, melainkan nilai-nilai kearifan yang harus terus kita jaga dan warisi,” tegasnya.
Damar menyebut, peran penting masyarakat sebagai kekuatan utama Kota Magelang. Dengan jumlah penduduk mencapai 129.043 jiwa dan lebih dari 70 persen berada pada usia produktif, ia optimistis masa depan kota akan terus berkembang.
“Di tengah keberagaman, kita tetap hidup dalam harmoni. Berbeda latar belakang, berbeda keyakinan, namun tetap saling menghormati. Inilah wajah Kota Magelang,” imbuhnya.
Ia berharap, semua masyarakat mengedepankan kebersamaan, agar Kota Magelang semakin maju dan menambah daftar panjang prestasi yang diraih.
Damar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Magelang. Di antaranya, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,92 persen, angka kemiskinan yang berhasil ditekan menjadi 5,68 persen, tingkat pengangguran menurun hingga 4,31 persen, serta indeks pembangunan manusia mencapai 82,92.
“Hal ini menunjukkan bahwa arah pembangunan kita sudah berada di jalur yang tepat,” ungkapnya.
Kabar yang tidak kalah hangat adalah dinobatkannya Kota Magelang sebagai daerah dengan pemenuhan standar pelayanan minimum (SPM) pendidikan tertinggi se-Jawa Tengah. Atas capaian itu, ia memberikan penghargaan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang Nurwiyono Slamet Nugroho saat upacara peringatan hari jadi di halaman depan Kantor Wali Kota Magelang, 11 April lalu.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Muhammad Nabil Pramudyawan, perwakilan siswa tim rebana SMPN 1 yang meraih juara I MAPSI tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Pada momen itu pula, Pemkot Magelang meluncurkan program Magelang Great Sale (MGS). Periode program diskon belanja besar-besaran di berbagai tempat usaha di Kota Magelang itu akan berlangsung mulai 11 April-11 Mei 2026. Damar mengaku, acara tersebut mendapat dukungan dari para pengusaha di Kota Magelang yang ikut serta merayakan Hari Jadi. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto