RADARMAGELANG.ID, Magelang – Kota Magelang menapaki usia 1120.
Bukan usia muda lagi.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono meyakini, usia ini penuh kematangan.
“1120 adalah usia peradaban yang luar biasa. Saya berharap, (tingkah laku) kita semua bisa linier dengan itu. Bahwa semakin tua maka semakin dewasa, semakin matang, semakin rendah hati, semakin bijaksana, semakin mapan,” ujar Damar kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Sikap yang demikian itu diyakini menjadi modal besar untuk menjadi kota maju.
Ia memastikan, upaya-upaya untuk mendukung kemajuan Kota Magelang tidak akan meninggalkan sejarah yang.
Tidak pula ketinggalan zaman. “Kita harus bisa menyesuaikan,” ucapnya.
Di momen Hari Jadi ke-1120 Kota Magelang, Damar bermunajat.
Ia ingin, Kota Magelang yang dipimpinnya itu menjadi kota yang maju, bermartabat, tangguh, berkelanjutan, dan inklusif.
Tak boleh ada satupun warga yang tertinggal.
“Kita punya semangat membangun bersama, melayani sepenuh hati. Dan itu benar-benar diimplementasikan dalam pelayanan publik,” tandasnya.
Kesungguhan itu juga tercermin dalam pemilihan tema Hari Jadi Kota Magelang.
Tahun ini mengusung tema “Satu Langkah, Satu Harmoni Menuju Kota Magelang Peduli dan Asri”.
Menurut Damar, tema itu sarat makna—sebuah harapan sekaligus penyemangat.
“Maknanya dalam sekali. Dalam membangun kota, kita harus menyatukan langkah dan persepsi. Pemerintah dan masyarakat harus sejalan.
Seperti halnya musik, supaya ‘enak’ didengar harus ada harmoni,” terangnya.
Dengan begitu, Kota Magelang akan menjadi kota yang aman dan nyaman, serta menjadi “rumah bersama” bagi siapa saja yang tinggal dan berkunjung. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto