Priyono mengaku sempat melakukan pengecekan di terminal saat musim arus mudik dan balik Lebaran lalu. “Kalau biasanya 300 penumpang. Kemarin cuma 150 sampai 200 penumpang,” ungkapnya.
Menurut dia, adanya mudik gratis tidak bisa menjadi alasan utama turunnya jumlah penumpang bus. Sebab, program ini sudah berlangsung cukup lama. “Ya, memang sedikit berdampak. Apalagi, sekarang ada juga program balik gratis,” ujarnya.
Durasi waktu libur yang lebih panjang, lanjut Priyono, justru yang cukup mempengaruhi jadwal keberangkatan warga. Pemudik jadi lebih santai menggunakan mobil pribadi.
PO Handoyo mengoperasikan bus 25 sampai 26 unit setiap harinya. Namun saat momen mudik dan balik Lebaran lalu ada bus yang hanya terisi setengahnya saja. “Rata-rata sekitar 30-an penumpang per hari,” ucapnya.
Saat ini, pihaknya sudah bersiap-siap jika terjadi kenaikan harga BBM. Salah satu langkah antisipasi yang akan dilakukan, menurut Priyono, dengan melakukan efisiensi di sisi armada.
“Jika satu armada hanya terisi 20-25 persen penumpang, lebih baik kita gabung saja. Meskipun nanti juga akan berdampak dengan perusahaan itu sendiri,” ungkapnya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto