RADARMAGELANG.ID, Magelang – Grebeg Gethuk menjadi acara paling dinanti masyarakat juga wisatawan dari luar kota. Hajatan besar dalam rangka memeringati Hari Jadi ke-1120 Kota Magelang itu akan berlangsung di Alun-alun Kota Magelang, Minggu (12/4/2026).
Prosesi akan dimulai pukul 07.30 di Kampung Meteseh. Di sana akan ditampilkan fragmen Bumi Perdikan Mantyasih.
Di tempat terpisah, prosesi akan dilanjutkan dengan kirab bergodo dan upacara adat Jawa. Hal penting dari upacara ini adalah diserahkannya replika prasasti Mantyasih di Pendopo BPLK.
Keunikan rangkaian Grebeg Gethuk tidak hanya berhenti di situ saja. Penonton akan disuguhkan dengan penampilan Kirab Bulu Bekti dari 17 kelurahan. Masing-masing kelurahan akan membuat gunungan berupa hasil bumi dan kearifan lokal setempat.
Baca Juga: Semarakkan Hari Jadi ke-1120 Kota Magelang, Gelar Grebeg Gethuk hingga Tidar Borobudur 10K
Setelah semua gunungan masuk ke alun-alun, ditampilkan sendratari kolosal Babar Mahardika. Sebagai puncak acara adalah grebeg gunungan gethuk.
“Acara ini tidak hanya untuk mengangkat budaya lokal, tapi juga untuk mendatangkan wisatawan,” ujar Wali Kota Magelang Damar Prasetyono kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Menurut Damar, acara Grebeg Gethuk juga menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku seni. Ia juga berharap, hajatan besar itu akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama para pelaku usaha. (put/aro)
Editor : Lis Retno Wibowo