RADARMAGELANG.ID, Magelang--Setelah 56 tahun berdiri, SMK Yudya Karya Magelang sudah tidak menerima siswa baru. Sekolah kejuruan ini akan tutup pada 2028 mendatang.
Selasa (7/4/2026) pagi, sebuah truk mengangkut meja dan kursi kayu keluar dari SMK Yudya Karya di Jalan Ahmad Yani, Kota Magelang. Selain itu, sejumlah bangunan juga sudah mulai dibongkar, meskipun aktivitas belajar mengajar para siswa masih tetap berlangsung.
Tingginya beban biaya operasional menutup lembaran riwayat sekolah yang sempat melegenda di Magelang dengan julukan "Dayak 70KR" itu. Lahan sekolah seluas 5.350 meter persegi itu selanjutnya dialihkan pengelolaannya melalui kerja sama dengan Yayasan Hafidh Asrom Jogjakarta.
Kepala SMK Yudya Karya Magelang Hardiyanto saat dikonfirmasi membenarkan rencana penutupan SMK Yudya Karya Magelang. Namun bukan pada 2026, tapi 2028 mendatang. Saat ini, proses pembelajaran masih berlangsung. Namun, sekolah ini sudah tidak membuka pendaftaran siswa baru.
“Tahun ajaran baru 2026 dan 2027, kami sudah nggak menerima siswa lagi. Kami menghabiskan siswa kelas X naik kelas XI dan kelas XI naik kelas XII,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Hardiyanto mengatakan, ada sejumlah faktor yang menyebabkan sekolah tutup pada 2028. Salah satunya semakin sedikitnya siswa dari tahun ke tahun. Apalagi setelah adanya sistem zonasi. “Ada zonasi itu katanya nggak berpengaruh ke sekolah swasta, tapi kenyataannya karena anak sudah daftar di sini saja di negeri masih kurang, ya otomatis larinya tetap di negeri,” ungkapnya.
Selain itu, faktor banyaknya SMA dan SMK negeri di Kota dan Kabupaten Magelang juga sangat berpengaruh. Apalagi sekolah negeri gratis. “Pastinya akan membuat sejumlah orang tua memasukkan anaknya ke negeri dulu yang tidak membayar,”katanya.
Dikatakan Hardiyanto, nantinya sekolah akan diteruskan Yayasan Hafidh Asrom Jogjakarta. “Untuk tingkatannya TK dan SD berstandar internasional. Informasi yang kita terima seperti itu,” ujarnya.
Untuk SMK Yudya Karya, nanti gerbang masuknya pindah. Tidak di pintu utama, namun masuk lewat kampung di belakang. Saat ini, tinggal 65 siswa. Rinciannya, kelas X ada 23 siswa dan kelas XI ada 42 siswa. “Sedangkan yang lulus nanti ada 44 siswa,” tambahnya.
Hardiyanto mengaku, kemungkinan ada beberapa guru yang akan mendaftar di sekolah baru tersebut. “Namun, apakah diberikan kuota atau tidak, kita juga tidak tahu. Karena bentuk dan sifatnya lowongan, pasti akan ada seleksi dan itupun pastinya juga cukup ketat untuk persaingannya,” ujarnya.
Saat ini, jumlah guru SMK Yudya Karya ada 24 orang. Terdiri atas 13 guru tidak tetap dan 11 guru tetap yayasan. Sedangkan untuk guru yang sudah sertifikasi 12 orang. Selain itu, ada empat pegawai tidak tetap, delapan pegawai tetap yayasan, serta tiga pegawai Y2D. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto