Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

WFH setiap Jumat, Pelayanan Disdikbud Kota Magelang Tetap Buka, Kabid Tetap Standby,  Petugas Dijadwal Bergantian

Puput Puspitasari • Jumat, 3 April 2026 | 19:50 WIB
Kepala Disdikbud Kota Magelang Nurwiyono Slamet Nugroho (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG) 
Kepala Disdikbud Kota Magelang Nurwiyono Slamet Nugroho (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG) 

RADARMAGELANG.ID, Magelang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang tetap akan mengaktifkan pelayanan di kantor saat work from home (WFH) setiap Jumat. Pihaknya berencana menjadwal petugas secara bergantian.

 “Kabid sampai eselon III dan kami (kepala dinas) tetap standby, karena harus ada yang bersinergi dengan sekolah,” ujar Kepala Disdikbud Kota Magelang Nurwiyono Slamet Nugroho kepada Jawa Pos Radar Magelang, Rabu (1/4/2026).

Dikatakan, saat ini sekolah negeri di Kota Magelang juga sudah menerapkan lima hari belajar. Sehingga para murid masih memiliki waktu lebih lama untuk belajar di rumah dan bercengkrama dengan keluarga.

“Sejak 2024, jenjang SD dan SMP sudah lima hari sekolah. Dan saat ini, jam masuk dan pulang sekolah sudah normal. Untuk jam masuk sekolah kami mulai pukul 06.30,” ungkapnya.

Menurut Nurwiyono, kebijakan masuk sekolah lebih pagi tersebut bertujuan untuk mempertebal karakter murid. Sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) kurikulum dimulai, murid mendapatkan pembelajaran karakter, seperti mengaji dan atau kegiatan keagamaan yang disesuaikan dengan kearifan lokal masing-masing sekolah.

“Ada yang diisi untuk religius, ada yang nasionalisme, ada juga yang mungkin penanaman skill atau keterampilan. Jadi sesuai program di sekolah masing-masing, yang pasti untuk kegiatan pembiasaan atau penanaman karakter anak,” terangnya.

Diakui, kegiatan sekolah yang dimulai sejak pagi tersebut sempat menuai pro dan kontra dari wali murid. Namun pihaknya tetap melanjutkan program itu, hingga akhirnya mendapat apresiasi dari sebagian besar orang tua.

Salah satu dampak positif dari masuk sekolah lebih pagi adalah anak-anak menjadi lebih awal tidur malam, dan bangun lebih pagi, agar tak terlambat ke sekolah. “Kita merasakan, anak-anak lebih disiplin,” tandasnya.

Sementara itu, terkait wacana pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang kembali mencuat di tengah efisiensi energi yang dilakukan pemerintah, pihaknya menilai pembelajaran yang terbaik untuk murid tetap tatap muka.

Dikatakan, pembelajaran tatap muka (PTM) lebih banyak memberikan dampak positif di saat dunia pendidikan menghadapi tantangan besar para krisis karakter anak. “Meski PJJ menawarkan fleksibilitas, tapi sangat berpengaruh terhadap penanaman karakter murid. Sebelum ada edaran resmi, kami tetap melaksanakan PTM,” katanya.

Ia menilai, PJJ dirasa kurang efektif dalam proses transfer ilmu dari guru kepada murid. Pun demikian, keteladanan guru tidak bisa dicontohkan dan dilihat langsung oleh murid. “PTM itu tidak sekadar menyampaikan materi sesuai kurikulum, tapi juga memberikan pendidikan karakter, baik itu tentang religiusitas, nasionalisme, kerja sama, integritas, percaya diri, dan semua itu munculnya tatap muka,” paparnya. (put/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#nurwiyono slamet nugroho #Disdikbud Kota Magelang #pembelajaran jarak jauh #Pembelajaran Tatap Muka #wfh