RADARMAGELANG.ID, Magelang--Kota Magelang menarik di mata wisatawan Eropa, terutama dari Belanda. Mereka hampir tak pernah absen mengunjungi kota tua yang penuh sejarah ini. Salah satu tujuan wisata favorit mereka adalah makam tokoh kemanusiaan Johannes van der Steur di Kompleks Makam Kerkof Jalan Ikhlas.
Bagus Priyana, pegiat sejarah asal Kota Gethuk ini menemani 25 pelancong asal Belanda berkunjung ke makam Johannes van der Steur. Ia melihat mereka begitu mengagumi Kota Magelang dengan keunikan, dan sejarah yang ada. Bahkan Kota Magelang menjadi kota tujuan pertama, sebelum mereka menginjakkan kaki ke kota-kota lainnya—dalam rangkaian tour di Indonesia, yakni Magelang, Jogjakarta, Bromo, Malang, Surabaya, Makassar, Danau Tempe, Toraja, Labuan Bajo, dan Pulau Komodo. Perjalanan mereka akan berlangsung selama 20 hari, hingga 20 April mendatang.
“Sebelum ke makam, mereka berkunjung ke Museum Diponegoro untuk melihat jejak akhir Perang Jawa yang dilakukan Pangeran Diponegoro terhadap Belanda, pada 1825-1830. Hal itu sangat menarik untuk mereka,” terang Bagus kepada Jawa Pos Radar Magelang, Jumat (3/4/2026).
Pria yang juga Koordinator Komunitas Kota Toea Magelang (KTM) itu bercerita banyak mengenai sejarah perjalanan Johannes van der Steur di Magelang, hingga makamnya yang begitu terawat. Ia melihat, mereka begitu tertarik dengan sejarah dan menaruh rasa kagum yang begitu besar dengan sosok van der Steur.
“Mereka kagum, karena van der Steur memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kemanusiaan, bahkan di tengah situasi peperangan,” jelasnya.
Setelah bercerita banyak, Bagus menyebut ada hal yang menarik dari salah satu wisatawan yang bernama, Jolanda Vonk. Rupanya, ia memiliki akar leluhur dari Magelang.
“Leluhurnya Jolanda Vonk itu berasal dari Belanda, menikah dengan wanita Jawa yang tinggal di Magelang. Jolanda pun menunjukkan arsip lama berupa surat dan foto yang menunjukkan kakeknya pernah tinggal di Magelang,” tuturnya.
Bagus kemudian menyampaikan kepada Jolanda Vonk, jika masih ada keluarga dia yang tinggal di Magelang. “Saya sampaikan pada pertengahan Mei, saya akan mempertemukan keluarga Vonk yang di Magelang dan Belanda, yakni Astrid Vonk,” imbuhnya.
Bagus menilai, kunjungan wisatawan dari mancanegara ke Kota Magelang menjadi angin segar bahwa kota ini menarik untuk dikunjungi karena sejarah atau heritage.
Pemkot Magelang harus menangkap peluang ini, agar objek-objek wisata bersejarah terpelihara dengan baik.
“Kunci pokok itu ada di pemerintah dan pengelola masing-masing objek. Akankah objek tersebut (makam van der Steur, Red) ngumpet di balik pertokoan, dan lebih dikenal sebagai tempat manteng atau menjadi tempat bersejarah yang memiliki nilai penting bagi bangsa kita?” ucapnya melempar tanya.
Padahal sebelum rombongan puluhan wisatawan dari Belanda itu datang, makam Johannes van der Steur juga dikunjungi oleh beberapa wisatawan mancanegara (wisman) dari negara lain. Dalam waktu dekat, Mei mendatang, setidaknya ada tiga sesi wisawan perorangan dari Belanda yang juga akan datang. Kemudian Oktober mendatang, seorang wisatawan sekaligus peneliti dari Amerika Serikat bernama James telah mengonfirmasi rencana kunjungannya ke Kota Magelang.
Menurut Bagus, kunjungan James tersebut sempat tertunda karena pandemi Covid-19. Sementara kali pertama rencana kunjungan James itu disampaikan pada tahun 2020 lalu.
“Rencana kunjungan James itu menarik. Dia ingin datang bukan sekadar berkunjung, tapi juga meneliti tentang toilet era Hindia-Belanda di Kota Magelang dan Muntilan,” pungkasnya. (*/aro)
Editor : H. Arif Riyanto