RADARMAGELANG.ID, Magelang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang melarang sekolah memulangkan siswanya lebih awal pada hari pertama masuk sekolah, pascalibur Lebaran 1447 Hijriah.
Tradisi halal bihalal di lingkungan sekolah tetap boleh digelar, dengan catatan tak memotong jam kegiatan belajar mengajar (KBM).
Kepala Disdikbud Kota Magelang, Nurwiyono Slamet Nugroho mengatakan, KBM harus tetap berjalan seperti biasa, dimulai pukul 06.30.
Baca Juga: Disdikbud Gelar Program Sing Akur di SMPN 2 Kota Magelang, Tetap Akur Meski Beda Sekolah
Jika pihak sekolah ingin mengadakan halal bihalal, disarankan untuk digelar sebelum KBM mulai. Atau jika tak ingin demikian, kegiatan bersalam-salaman sambil bermaaf-maafan itu bisa dilaksanakan di sisa hari libur sekolah, 25-28 Maret 2026.
“Tanggal 30 Maret, harus full belajar. Tidak boleh pulang lebih awal,” tandasnya, Kamis (26/3/2026).
Nurwiyono berharap, seluruh sekolah tunduk pada aturan itu. Sebab biasanya, kegiatan halal bihalal dijadikan alasan pihak sekolah untuk mengakhiri jam belajar lebih awal.
Kebijakan ini juga menepis kabar pemberlakukan skema belajar daring selama sehari demi efisiensi energi.
Lantaran surat edaran resmi dari kementerian tak kunjung turun ke daerah, rencana itu urung dilaksanakan.
Pihaknya menilai, pembelajaran tatap muka (PTM) memiliki banyak keunggulan dibanding daring.
Jika tidak ada urgensitas yang mendesak untuk dilakukan daring, pihaknya tetap memertahankan pelaksanaan PTM.
PTM memungkinakan murid berinteraksi langsung dengan guru, dan teman sekolah.
“Pertemuan langsung justru memberikan keleluasaan bagi tenaga pendidik untuk menyuguhkan keteladanan nyata, melampaui sekadar penyampaian materi buku cetak,” imbuhnya.
Penyambutan guru kepada murid ketika masuk lingkungan sekolah juga memberikan kesan yang mendalam dan kehangatan di antara mereka.
Para guru yang datang lebih awal ke sekolah juga menunjukkan tanggung jawab mereka terhadap pekerjaan, dan memberikan contoh disiplin waktu daripada terlambat.
“Mereka (guru, Red) memiliki waktu untuk mematangkan persiapan sarana (belajar) di kelas,” pungkasnya. (put/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo