RADARMAGELANG.ID, Magelang--Sudah menjadi tradisi rutin setiap bulan Syawal, warga Dusun Dawung, Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang menggelar kegiatan Grebeg Ketupat. Tahun ini, Grebeg Ketupat dilaksanakan H+5 Lebaran, Rabu (25/3/2026).
ketupat yang diperebutkan beda. Selongsongnya memang terbuat dari janur atau daun kelapa. Tapi, isinya bukan masakan berbahan beras. Tapi, uang kertas dan koin.
Tradisi ini diawali kirab gunungan ketupat. Rangkaian kegiatan Grebeg Ketupat dilanjutkan dengan tausiyah. Setelah itu, tampak sejumlah penari mengawal gunungan saat kirab berlangsung. Mereka memutari gunungan dan menyiapkan sejumlah ketupat kosongan untuk diisi uang oleh perangkat desa yang hadir.
Ketupat berisi uang tersebut selanjutnya dijadikan satu dengan gunungan ketupat lainnya. Pemandu Grebeg Ketupat pun memberikan aba-aba ‘gunungan siap digrebeg’. Warga mulai anak-anak, remaja, hingga orang tua langsung berebut ketupat.
Tampak seorang anak naik ke pucuk gunungan untuk melemparkan sejumlah ketupat ke arah warga lain.
Kepala Dusun Dawung Wisik mengatakan, kegiatan ini merupakan tradisi rutin asli Dusun Dawung setiap bulan Syawal. Tujuannya, sebagai wujud rasa syukur dari masyarakat ketika satu bulan penuh telah melaksanakan ibadah puasa.
“Di sini kita wujudkan rasa syukur dengan bersedekah yang dikumpulkan dalam ketupat dan kita bagikan kepada masyarakat,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Penggagas Grebeg Ketupat Tri Setyo Nugroho mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kerukunan warga Dusun Dawung. Pria yang akrab disapa Gepeng ini menyebutkan, jumlah ketupat yang diperebutkan sebanyak 2.500. Isinya, bukan beras melainkan uang dengan nominal mulai Rp 500 hingga Rp 100.000. Juga sejumlah voucher yang dapat ditukarkan dengan produk-produk UMKM setempat.
Fixal Dwi Alfino, 12, warga Tempuran mengaku sengaja datang untuk meramaikan Grebeg Ketupat dan ikut berebut ketupat uang. “Tadi seru sih, meskipun harus desak-desakan. Hasilnya lumayan sekitar Rp120 ribu,” akunya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto