RADARMAGELANG.ID, Magelang – Wali Kota Magelang Damar Prasetyono berkomitmen memberantas segala bentuk aksi premanisme yang meresahkan masyarakat.
Ia mendengar, beberapa ruas jalan di Kota Magelang menjadi ladang bagi para mata elang (matel) yang mengincar korban.
Temuan koran ini, Senin (9/3/2026), terjadi aksi premanisme matel di kawasan Pecinan (Jalan Pemuda).
Mereka datang secara berkelompok dan menghentikan kendaraan sepeda motor di tengah jalan.
Korban yang sendirian dipaksa untuk turun dari sepeda motor dan menyerahkan kunci.
Tak ada yang berani menegur, termasuk juru parkir maupun dari pengguna jalan lainnya. Aksi ini pun memicu kemacetan.
Wali Kota Magelang Damar akan menambah jumlah kamera pengawas atau CCTV di sekitar Pecinan.
Ia pun akan menempatkannya di beberapa jalan rawan, seperti di Kawasan Lembah Tidar, sekitar pasar klitikan.
“CCTV ini saya minta untuk ditambah, karena beberapa titik di Pecinan yang masih kurang, kita catat. Kita akan tambah nanti saat anggaran perubahan 2026,” ujarnya.
Selain itu, keluhan aksi premanisme dari juru parkir juga masih ada, meskipun kasusnya sangat minim.
Ia akan menertibkan juru parkir liar, termasuk kepada juru parkir yang terdata agar menaati aturan tarif parkir yang baru.
Damar menyadari, perubahan tarif parkir menjadi Rp 1.000 untuk motor dan Rp 2.000 untuk mobil belum sepenuhnya dijalankan oleh para juru parkir yang terdaftar.
“Parkir ini masih masa transisi. Dari Rp 4.000 turun Rp 2.000. Kadang-kadang, masyarakat masih ada yang membayar segitu (tarif lama, Red), karena petugasnya kurang memahami. Adalah sedikit friksi itu,” ungkapnya.
Ia membuka ruang saran dari masyarakat guna perbaikan pelayanan publik di Kota Magelang.
Kritik dan saran masyarakat bisa disampaikan melalui kanal Monggo Lapor. Menurutnya, kritik dan saran yang membangun akan melahirkan kebijakan baru di kotanya. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto