RADARMAGELANG.ID, Magelang – Pemkot Magelang menyediakan angkutan mudik gratis. Pihaknya mengirimkan satu bus berkapasitas 43 tempat duduk untuk warga Kota Magelang yang akan mudik dari Jakarta.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang M Yunus menjelaskan, bus tersebut akan berangkat dari titik kumpul di Taman Mini Indonesia Indah pada H-2 Lebaran.
“Pelaksanaan mudik gratis ini bersama dengan daerah di Jawa Tengah, termasuk armada dari Provinsi Jawa Tengah. Kita berharap, masyarakat memanfaatkan mudik gratis ini agar perjalanan lebih aman dan lancar,” tuturnya.
Di samping itu, pihaknya juga akan melakukan pengecekan kelaikan jalan bus angkutan umum menjelang mudik Lebaran 1447 Hijriah.
Pihaknya ingin memastikan keselamatan penumpang dan kelancaran arus mudik.
Pengecekan akan dilakukan di beberapa garasi Perusahaan Otobus (PO) yang ada di Kota Magelang.
Ia memegang data, setidaknya ada 160 bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan 140 unit bus antar kota dalam provinsi (AKDP). Selain itu, 67 unit bus pariwisata, dan 229 unit angkot.
“Data yang kami miliki, ada 131 unit angkutan perbatasan, 10 taksi, 140 angkutan barang, dan 24 mobil travel,” terangnya.
Menurut Yunus, pengecekan ini rutin dilakukan, terutama menjelang arus mudik Lebaran, beberapa komponen yang dicek meliputi kondisi mesin, ban, lampu sein, lampu rem, klakson, lampu utama, dan lainnya.
Tidak ketinggalan, pihaknya akan mengecek kondisi kesehatan sopir.
“Ini penting, karena kecelakaan lalu lintas bukan hanya dari faktor teknis armadanya saja, tapi bisa juga karena faktor manusia,” tandasnya.
Ia memperkirakan arus mudik yang masuk ke wilayah Kota Magelang akan terjadi pada 14 Maret.
Kemudian meningkat hingga H-1 Lebaran, dan akan kembali ramai pada arus balik H+3 dan H+4.
“Kami menyiapkan posko untuk memantau arus mudik dan arus bali, di Terminal Tipe A Tidar Kota Magelang,” jelasnya.
Selain di sana, personel Dishub Kota Magelang juga akan membantu posko yang didirikan oleh Polres Magelang di sejumlah titik.
Dalam waktu dekat pula, pihaknya akan membuat rekayasa lalu lintas untuk memecah kemacetan.
“Misalnya, dari arah utara akan dialihkan ke Jalan Urip Sumoharjo. Dari arah selatan yang tidak berkepentingan di dalam kota, kita alihkan ke arah Gladiol dan melalui Jalan Diponegoro,” tambahnya.
Sementara rekayasa lampu lalu lintas, pihaknya akan memberlakukan flashing di kawasan padat. Misalnya, Simpang Pecinan.
“Kita perkirakan di kawasan ini akan menjadi pusat kepadatan lalu lintas,” katanya. (put/aro)
Kelaikan Angkutan di Kota Magelang
- 160 bus antar kota antar provinsi (AKAP)
- 140 bus antar kota dalam provinsi (AKDP)
- 67 bus pariwisata
- 229 unit angkot.
- 131 unit angkutan perbatasan
- 10 taksi
- 140 angkutan barang
- 24 mobil travel
Sumber: Dishub Kota Magelang
Editor : H. Arif Riyanto