RADARMAGELANG.ID, Magelang—Masih dalam rangkaian Ramadan di Kampus (RDK), Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) kembali menggelar Talk-O Rama atau Talkshow Ramadan dengan tema Alquran dan Perempuan, Jumat (6/3/2026).
Acara yang digelar di Auditorium Kampus 1 Unimma ini hadir Sekretaris Litbang Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah yang juga Komisioner Komnas Perempuan RI Prof Alimatul Qibtuyah PhD sebagai narasumber.
Prof Alimatul menjelaskan, Alquran memandang perempuan sebagai makhluk yang memiliki kedudukan setara dengan laki-laki. “Sebagaimana laki-laki, perempuan juga makhluk yang sempurna, punya peran di segala bidang dan juga mempunyai status yang sama. Islam juga empatik dalam melihat tugas reproduksi perempuan,” tuturnya.
Ia juga menegaskan prinsip kesalingan dan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan telah ditegaskan dalam Alquran melalui berbagai ayat. “Laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki peran sebagai hamba Allah yang ditegaskan dalam surah Adz Dzariyat ayat 56, sama-sama sebagai khalifah di bumi sebagaimana dalam Al Baqarah ayat 30, sama dalam penciptaan berdasarkan An Nisa ayat 1. Kemudian sama dalam hal bertanggungjawab atas apa yang diperbuat sesuai Al Maidah ayat 38,” jelasnya
Lebih lanjut Prof Alimatul mengatakan, meskipun Alquran telah mengajarkan nilai keadilan, dalam praktiknya masih banyak ketidakadilan gender yang terjadi di masyarakat. “Alquran mengajarkan keadilan berbasis gender, tapi kenapa masih banyak ketidakadilan gender di masyarakat? Karena masih adanya tafsir-tafsir yang dipengaruhi nilai patriarkhi, misoginis, dan juga karena adanya kemalasan untuk belajar secara komphrehensif,” tuturnya.
Ia menambahkan, sejumlah praktik yang berkembang di masyarakat sering dipengaruhi oleh tafsir yang tidak tepat, seperti praktik sunat perempuan yang menghambat hak-hak seksualitas, standar kecantikan yang menekan perempuan hingga menurunkan rasa percaya diri, hingga penggunaan alat kontrasepsi yang sering menimbulkan ketidaknyamanan bagi perempuan.
Prof Alimatul juga menyoroti berbagai upaya yang telah dilakukan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam mendorong kesetaraan gender, di antaranya melalui berdirinya ‘Aisyiyah dan Nasyiatul ‘Aisyiyah, pengakuan terhadap ulama perempuan dalam Majelis Tarjih, pelibatan perempuan dalam berbagai majelis dan lembaga Persyarikatan, serta keputusan keluarga sakinah yang progresif seperti penolakan perkawinan anak dan pembagian peran dalam keluarga. (ima/sct/aro)
Editor : H. Arif Riyanto