RADARMAGELANG.ID, Magelang – Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan Pemkot Magelang tidak alergi terhadap kritik masyarakat asalkan bersifat konstruktif atau membangun.
Pihaknya akan menerima kritik tersebut menjadi bagian perbaikan pelayanan publik.
“Kita tidak antikritik. Kritik itu akan kami terima, kita kaji, kita pertimbangkan,” tegas Damar usai menjadi pembicara kunci pada forum konsultasi public (FKP) lingkup Setda Kota Magelang, di Aula Adipura Kencana, Senin (9/3/2026).
Menurut Damar, setiap kritik yang bertujuan untuk pembangunan daerah, akan melahirkan kebijakan yang pro masyarakat. “Kritik yang membangun itu pasti ada solusinya. Misal, pelayanan publik di kritik, kami terima itu sebagai masukan,” ujarnya.
Pihaknya pun terbuka terhadap masukan masyarakat, asal kritik yang dilayangkan kepada pemerintah bersifat untuk kepentingan publik, bukan atas kepentingan pribadi.
Damar juga menilai masyarakat sudah menunjukkan rasa memiliki kotanya. Bahkan jika ada jalan berlubang, langsung dilaporkan kepada wali kota melalui kanal-kanal pelaporan aduan, seperti aplikasi Monggo Lapor.
Dalam FKP, salah satu peserta memberikan saran perbaikan pelayanan di kelurahan yang tidak seragam. Damar pun memberikan tanggapan akan memperbaiki sistem di sana.
Pj Sekda Kota Magelang Larsita menambahkan, pihaknya akan menyeragamkan standar operasional prosedur (SOP) pelayanan administrasi maupun layanan aduan di kelurahan. “Sebetulnya, teman-teman di kelurahan sudah melakukan itu, SOP sudah ada. Namun kedepan akan kita buat standar pelayanan untuk semua (jenis) layanan di kelurahan,” tegasnya.
Penyeragaman itu agar masyarakat tidak bingung ketika mengurus layanan di kelurahan. “Jadi intinya, kita akan buat pembakuan, supaya gerak langkahnya sama, dan semua kelurahan simetris, SOP-nya sama, tidak ada yang beda,” tuturnya.
Penyeragaman SOP dalam memberikan layanan konsultasi masyarakat maupun untuk semua jenis layanan kelurahan akan dibahas dalam waktu dekat ini. (put)
Editor : H. Arif Riyanto