RADARMAGELANG.ID, Magelang—Umat Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Liong Hok Bio Kota Magelang menggelar ritual Ci Swak atau tolak bala, Minggu (8/3/2026).
Ritual ini sebagai upaya umat untuk menyucikan diri, membuang sial, dan menangkal nasib buruk di tahun Kuda Api ini.
“Umat Tionghoa sendiri percaya bahwa di setiap tahunnya selalu ada energi atau elemen yang menyertai,” jelas Wakil Ketua Harian Kelenteng TITD Liong Hok Bio Kota Magelang Gunawan kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Ia mengatakan, tahun ini merupakan tahun kuda dengan elemen api. Di tahun kuda api ini ada shio-shio yang tidak selaras.
Gunawan menjelaskan, ada sembilan shio yang bertentangan dengan tahun kuda api yang terbagi menjadi dua kategori. Yakni, shio yang bertentangan sangat besar, meliputi shio kuda, ayam, tikus, dan kelinci.
“Kategori kedua, shio-shio yang bertentangan kecil, yakni shio naga, ular, kerbau, anjing, dan shio macan. Dari 12 shio, yang berjalan mulus ada tiga shio yang tidak disebutkan,” jelasnya.
Biasanya manusia yang memiliki shio atau elemen yang bertentangan dengan tahun sekarang dipercaya sepanjang tahun akan mengalami beragam rintangan dan kesulitan. “Sehingga ritual Ci Swak ini dimaksudkan untuk mengikis ketidakselarasan hal-hal semacam itu. Agar orang yang tadinya bertentangan, jalannya bisa berjalan lancar,” ujarnya.
“Itu boleh dipercaya atau tidak. Setiap tahun selalu ada shio yang beruntung dan tidak. Jadi, upacara ini dilakukan agar mereka bisa selaras dan terhindar dari sial,” tambahnya.
Ritual diawali dengan doa bersama dipimpin Daose Chen Li Wei sekitar pukul 08.00. Umat Tri Dharma Kelenteng Liong Hok Bio menjalani ritual dengan khidmat. Ketika prosesi sembahyangan berjalan, Daose memimpin pembacaan parita-parita, termasuk melewati jembatan yang sudah disediakan. “Setelah itu, dilanjutkan sembahyang penutup dan diakhiri dengan membakar kertas-kertas yang sudah disiapkan,” ujarnya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto