Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Dua Bulan Terjadi 22 Kejadian Bencana di Kota Magelang

Puput Puspitasari • Jumat, 6 Maret 2026 - 20:16 WIB

 

 

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menerima kunjungan kerja dari anggota DPR RI Komisi VIII Wibowo Prasetyo di Kantor BPBD Kota Magelang, Kamis (5/3/2026).   
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menerima kunjungan kerja dari anggota DPR RI Komisi VIII Wibowo Prasetyo di Kantor BPBD Kota Magelang, Kamis (5/3/2026).  

RADARMAGELANG.ID, MagelangWali Kota Magelang Damar Prasetyono menyatakan kesiapan menghadapi bencana.

Meskipun luas wilayah Kota Magelang relatif terbatas, posisinya sebagai pusat aglomerasi mengharuskan Kota Gethuk tak boleh lengah, terutama di masa penghujan dan cuaca ekstrem seperti saat ini. 

Hal itu disampaikan Damar saat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi VIII Wibowo Prasetyo di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang, Kamis (5/3/2026).

Damar menyebut, langkah strategis yang dilakukannya adalah mendorong program literasi kebencanaan kepada masyarakat.

Ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga terhadap potensi risiko bencana sejak dari lingkungan keluarga.

"Kita kenalkan konsep mitigasi bencana, yakni upaya mengurangi risiko sebelum bencana terjadi," kata Damar didampingi Plt Kalak BPBD Kota Magelang Candra Adi Wijatmiko.

Menurut Damar, peningkatan literasi kebencanaan menjadi pilihan strategis agar masyarakat memiliki kesadaran dan kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana.

Karena itu, Damar menegaskan bahwa upaya edukasi kebencanaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan berbagai unsur dalam pendekatan kolaboratif, termasuk dengan media massa.

Data Pemerintah Kota Magelang menunjukkan, dalam dua bulan terakhir tercatat sebanyak 32 kejadian bencana di wilayah tersebut.

Peristiwa itu terdiri atas berbagai kejadian dengan skala kecil hingga sedang.

“Artinya intensitas kebencanaan itu memang ada di tengah kita,” katanya.

Sementara itu, anggota DPR RI Komisi VIII Wibowo Prasetyo menilai kesiapsiagaan pemerintah daerah menjadi hal penting di tengah kondisi cuaca ekstrem yang saat ini terjadi di berbagai wilayah.

“Situasi ini sangat kontekstual karena kita sedang menghadapi kondisi cuaca yang ekstrem. Anomali cuaca terjadi di mana-mana, hujan bisa turun setiap saat dan sulit diprediksi. Ini membuat kita harus benar-benar siap siaga dan memiliki mitigasi terkait kebencanaan,” ujarnya.

Menurut Wibowo, Kota Magelang telah memiliki kesiapan yang cukup baik dalam menghadapi potensi bencana.

Wilayah ini telah memiliki kajian risiko kebencanaan yang mencakup berbagai potensi, seperti tanah longsor, banjir, hingga potensi kebakaran di kawasan permukiman padat.

“Banjir di kota mungkin bukan seperti banjir besar yang kita kenal, tetapi genangan-genangan yang bisa memunculkan berbagai masalah. Apalagi kota identik dengan kepadatan penduduk yang juga meningkatkan potensi kebakaran,” jelasnya.

Wibowo menambahkan, keterlibatan media massa juga penting dalam menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam melindungi warga dari risiko bencana. (put/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#bencana #Literasi Kebencanaan #Komisi VIII DPR RI #BPBD kota Magelang #Wibowo Prasetyo #Wali Kota Magelang Damar Prasetyono