RADARMAGELANG.ID, Magelang – Wali Kota Magelang Damar Prasetyono tak akan mentoleransi praktik penimbunan bahan pangan selama Ramadan sampai Idul Fitri 1447 Hijriah.
Pemerintah juga akan menindak tegas kepada pihak-pihak yang secara sengaja mempermainkan harga sehingga merugikan masyarakat.
“Tujuan kita satu, memberikan rasa aman agar masyarakat dapat beribadah dan beraktivitas dengan tenang,” kata Damar dalam acara rapat koordinasi lintas sektor antisipasi ketersediaan kebutuhan pokok dan kerawanan kamtibmas di Aula Adipura Kencana, Kota Magelang, Senin (23/2/2026).
Damar mengatakan, pemerintah bertanggung jawab untuk memastikan dua hal utama.
Yakni, terpenuhinya kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dan terjaganya kehidupan masyarakat yang aman dan tertib.
“Kota Magelang bukan daerah penghasil komoditas pangan strategis, sehingga memiliki ketergantungan terhadap pasokan dari daerah sekitar. Karena itu, pengendalian tidak hanya fokus pada harga, tetapi juga pada jaminan ketersediaan dan kelancaran distribusi hingga Idul Fitri,” tuturnya.
Selain stabilitas pangan, Damar intensif bersinergi dengan unsur Polri, TNI, Satpol PP, dan seluruh unsur pemerintah daerah dengan pendekatan preventif, persuasif, dan humanis .
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Magelang Yonas Nusantrawan Bolla menyampaikan, berdasarkan data per 20 Februari 2026, stok kebutuhan pokok di Kota Magelang dalam kondisi aman.
“Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di lima SPBU serta stok elpiji juga terpantau aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan,” ujar Yonas. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto