RADARMAGELANG.ID, Magelang - Kelompok Tani Kopi Sumber Berkah menerima kunjungan delegasi Universiti Putra Malaysia (UPM) pada Senin, 16 Februari 2026.
Kunjungan ini merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung di rumah Ketua Kelompok Tani Kopi Sumber Berkah, Khaerodin, di Jogahan, Desa Citrosono, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang.
Kegiatan merupakan kolaborasi antara Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan University Community Transformation Centre Universiti Putra Malaysia (UCTC UPM).
Kolaborasi bertujuan memperkuat kapasitas petani, meningkatkan nilai tambah produk kopi, serta mendorong pengembangan agribisnis berbasis kelembagaan dan keberlanjutan.
Ketua pelaksana kegiatan, Oki Wijaya, S.P., M.P., menyampaikan, kegiatan ini merupakan tahap awal dari program kolaborasi yang dirancang secara berkelanjutan antara UMY dan UPM dalam mendukung pengembangan kopi berbasis kompetensi petani dan kelembagaan.
“Kegiatan hari ini merupakan langkah awal dari rangkaian program kolaborasi yang akan terus dikembangkan, tidak hanya pada aspek pelatihan, tetapi juga pendampingan, penguatan kelembagaan, serta pengembangan pasar.
Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas, nilai tambah, dan daya saing kopi Magelang,” ujarnya.
Delegasi UPM dipimpin oleh Prof. Norsida Man, Ph.D., selaku Timbalan Pengarah (Deputy Director) University Community Transformation Centre bidang Pengembangan Pertanian.
Dalam sambutannya, Profesor Norsida menegaskan pentingnya kemitraan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mentransformasi sektor pertanian.
“Kolaborasi antara universitas dan komunitas merupakan strategi penting dalam mentransformasi pertanian agar lebih inovatif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
Kami berharap kerja sama ini dapat terus berkembang dan menjadi model kolaborasi internasional dalam pemberdayaan petani serta pengembangan komoditas kopi,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah.
Antara lain Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Magelang, Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang yang diwakili oleh Widiarto Tri Saksono, Perwakilan Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. Aris Slamet Widodo, penyuluh pertanian, Wakil Dekan Fakultas Pertanian UMY Prof. Dr. Triyono, Ketua Program Studi Agribisnis UMY Zuhud Rozaki, Ph.D., Tim UCTC UPM, serta anggota Kelompok Tani Kopi Sumber Berkah.
Dalam kesempatan tersebut, Widiarto Tri Saksono menyampaikan bahwa pengembangan kopi menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan kualitas, produktivitas, dan akses pasar.
Menurutnya, sinergi antara akademisi, pemerintah, dan petani sangat penting untuk memperkuat daya saing kopi daerah.
Sementara itu, perwakilan Bappeda dan Litbangda Kabupaten Magelang, Sukamsi, menegaskan kegiatan ini selaras dengan upaya pemerintah dalam mendorong penguatan indikasi geografis kopi Magelang.
“Kegiatan ini sangat strategis dalam mendukung pengembangan indikasi geografis kopi Magelang sebagai upaya meningkatkan nilai tambah dan daya saing.
Hal ini juga membuka peluang ekspor, khususnya ke Malaysia, melalui peningkatan standar mutu, kelembagaan, dan keberlanjutan produksi,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan kunjungan lapangan ke kebun kopi robusta serta unit pengolahan terpadu (UPT) Kelompok Tani Sumber Berkah.
Peserta mendapatkan gambaran langsung mengenai sistem budidaya, pengelolaan pascapanen, serta praktik kelembagaan kelompok tani dalam menjaga kualitas dan kontinuitas produksi.
Supartomo, S.P., selaku Pendamping Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Perkebunan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, memberikan pengenalan singkat mengenai praktik budidaya kopi yang berkembang di wilayah Magelang.
Dalam sesi tersebut, ia menyampaikan gambaran umum kondisi agroekologi, karakteristik budidaya robusta lokal, serta pendekatan pengelolaan tanaman yang dilakukan oleh petani setempat.
Pemaparan untuk memberikan konteks kepada delegasi UPM mengenai sistem produksi kopi di Magelang, sekaligus menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara praktisi lapangan, petani, dan akademisi.
Diskusi berlangsung interaktif, terutama terkait tantangan kualitas, produktivitas, serta adaptasi budidaya terhadap perubahan iklim.
Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan pupuk organik dari limbah kulit kopi yang difasilitasi oleh tim UCTC UPM.
Pelatihan bertujuan meningkatkan pemanfaatan limbah pascapanen menjadi produk bernilai tambah sekaligus mendukung praktik pertanian berkelanjutan dan ekonomi sirkular di tingkat petani.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan hilirisasi kopi, diserahkan bantuan mesin grinder dan espresso kepada Kelompok Tani Kopi Sumber Berkah.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ketua Program Studi Agribisnis UMY, Zuhud Rozaki, Ph.D.
Zuhud Rozaki menyampaikan bantuan peralatan ini diharapkan dapat memperkuat pengolahan dan pemasaran kopi di tingkat kelompok tani, sehingga petani tidak hanya menjual bahan baku, tetapi juga mampu menghasilkan produk bernilai tambah.
“Kami berharap peralatan ini dapat mendukung penguatan hilirisasi kopi di tingkat petani, mulai dari proses penggilingan hingga penyajian.
Dengan demikian, petani memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kualitas, serta memperluas akses pasar, baik domestik maupun internasional,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang berkelanjutan antara akademisi, pemerintah, dan petani dalam pengembangan kopi berbasis kualitas, inovasi, dan pasar global.
Kolaborasi ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat daya saing kopi Magelang sebagai komoditas unggulan daerah sekaligus mendukung pembangunan agribisnis berkelanjutan. (rls/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo