Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Pemkot Magelang Alokasikan Rp 50 Juta Per RT, Warga Tak Boleh Main-Main dalam Penggunaan Anggaran

Puput Puspitasari • Kamis, 5 Februari 2026 | 22:17 WIB

 

 

Masyarakat Kelurahan Magersari antusias memberikan usulan kepada Wali Kota Magelang Damar Prasetyono saat musrenbang di kelurahan, Kamis (5/2/2026).   
Masyarakat Kelurahan Magersari antusias memberikan usulan kepada Wali Kota Magelang Damar Prasetyono saat musrenbang di kelurahan, Kamis (5/2/2026).  

RADARMAGELANG.ID, Magelang Musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) tingkat kelurahan diandalkan menjadi forum partisipatif masyarakat.

Sekaligus sebagai ruang strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat.

Dalam pertemuan itu, Kepala Bapperida Kota Magelang Handini Rahayu menyebut, pihaknya mengundang ketua RT dan RW sekelurahan dan warga setempat.

Mereka menjadi perwakilan masyarakat untuk memberikan masukan terhadap program pembangunan daerah ke depan.

“Musrenbang kelurahan menjadi bagian dari upaya penyusunan program pembangunan Kota Magelang Tahun 2027,” katanya saat hadir di Kelurahan Magersari, Kamis (5/2/2026).

Sementara itu, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyebut, RT dan RW merupakan ujung tombak pembangunan sekaligus penghubung langsung antara pemerintah dan masyarakat.

“RT dan RW adalah mata dan telinga pemerintah. Mereka yang paling memahami kondisi lingkungannya,” ujar Damar.

Damar berpesan agar alokasi anggaran sebesar Rp 50 juta per RT, pada program Prodamai, dimanfaatkan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan, terutama untuk mendukung penataan lingkungan.

“Anggaran harus digunakan untuk kegiatan yang berkelanjutan, bukan untuk hal-hal yang tidak perlu. Tidak boleh ada yang main-main dalam pelaksanaan program dan pengelolaan anggaran ini,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Damar mengingatkan agar masyarakat saling peduli terhadap lingkungan, termasuk penanganan sampah yang menjadi isu nasional saat ini, melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

Menurutnya, Kota Magelang telah lama berkomitmen pada penataan kota dan lingkungan yang berkelanjutan. “Lingkungan yang bersih, cantik, dan nyaman akan membuat orang datang ke Kota Magelang. Dampaknya ekonomi tumbuh dan UMKM semakin berkembang,” katanya.

Camat Magelang Selatan Susilo mengatakan, kehadiran kepala daerah dalam musrenbang menunjukkan komitmen pemerintah kota dalam mendengar aspirasi warga.

“Usulan warga telah dibahas sejak tahapan Renja RT/RW, pra-Musrenbang, survei, hingga Musrenbang. Harapannya, hasilnya benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Susilo. (put/aro)

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#pemkot magelang #Alokasikan #Bapperida #magersari #Wali Kota Magelang Damar Prasetyono