RADARMAGELANG.ID, Magelang – Pengelolaan arsip di lingkungan Pemkot Magelang dibenahi.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Magelang berupaya memperbaikinya melalui inovasi Berkelas (Bersama Kelola Arsip).
Ketua Pamong Inovasi Disperpusip Kota Magelang Leny Adriana Mesah menjelaskan, inovasi Berkelas dihadirkan untuk meningkatkan tertib administrasi, serta mewujudkan tata kelola kearsipan yang profesional, akuntabel, dan berkelanjutan. Inovasi ini melibatkan pengelolaan arsip perangkat daerah di lingkungan Pemkot Magelang—yang mana fokus kegiatan pada pemindahan arsip, penyerahan arsip, dan pemusnahannya.
“Berkelas ini untuk kegiatan penyusutan arsip OPD yang memang masih lemah, tapi untuk penciptaan penggunaan dan pemeliharaan arsip di tiap OPD sudah baik,” ujarnya, Senin (2/2/2026).
Leny menyebut, penyusutan arsip terdiri atas tiga kegiatan. Yakni, pemusnahan arsip untuk arsip yang telah habis retensinya. Lalu pemindahan arsip dari OPD ke Disperpusip. Langkah ini untuk arsip yang retensinya di atas 10 tahun.
Terakhir, kegiatan penyerahan arsip statis. Merupakan arsip yang retensinya permanen dan mengandung nilai sejarah, serta ilmiah.
Selain inovasi Berkelas, pihaknya juga berupaya untuk meningkatkan literasi semakin membudaya di kalangan masyarakat. Termasuk dari mereka para disabilitas. Inovasi Tidar (Tempat Literasi Inklusif untuk Disabilitas yang Aman dan Ramah) diluncurkan untuk memperkuat layanan perpustakaan yang inklusif.
“Kami ingin mewujudkan perpustakaan yang inklusif,aman, dan ramah bagi penyandang disabilitas, membuka akses pengetahuan yang lebih setara,” ungkapnya.
Dari berbagai upaya yang telah dilakukannya itu, pihaknya berharap membuahkan hasil yang menggembirakan. Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Kota Magelang diharapkan meningkat.
Toh begitu, pengukuran IPLM pada tahun 2025 mengalami perubahan dalam sistem penilaiannya. Yang sebelumnya berbasis wilayah, saat ini berbasis kewenangan. “Jadi penilaian sebelumnya tidak bisa dijadikan patokan untuk penilaian saat ini, karena adanya perubahan dimensi, variabel, dan indikator penilaian,” tandasnya.
Sebagai informasi, nilai IPLM tahun 2025 sendiri akan dirilis pada bulan ini.
Leny menambahkan, para disabilitas dirangkul untuk menumbuhkan semangat berliterasi. Sebab dari datanya, anggota aktif perpustakaan dari disabilitas sangat minim. Jumlahnya hanya satu orang.
“Kalau anggota aktif sejauh ini hanya satu orang, sedangkan yang lainnya hanya melaksanakan kunjungan ke perpustakaan, sekaligus mengikuti kegiatan yang ada di perpustakaan, tanpa menjadi anggota,” jelas Leny.
Baru-baru ini, Perpustakaan Kota Magelang kedatangan tamu dari anak autis sebanyak 45 siswa, membuat Zine 20 anak, dan mengikuti kegiatan Lintang khusus disabilitas sebanyak 21 orang. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto