RADARMAGELANG.ID, Magelang—Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, Universitas Tidar (Untidar) Magelang akan turut membantu pemulihan pascabencana yang menimpa Sumatera Barat (Sumbar).
Sebanyak 102 mahasiswa bersama enam dosen dan dua pendamping dilepas ke Tanah Minang.
Rektor Untidar Prof Dr Sugiyarto mengatakan, keberangkatan mereka merupakan langkah Untidar untuk ikut serta membantu pemulihan korban bencana Sumatera Barat. Pasalnya, hingga sekarang, informasi yang diterima kondisi di sana masih belum pulih sepenuhnya. Mereka masih membutuhkan bantuan dan support.
“Para mahasiswa akan menjadi Duta Untidar di Tanah Minang, saya doakan awal sampai akhir selamat berkah manfaat. Jaga kebersamaan, semagat, jangan lupa selalu bahagia. Kondisi sesulit apapun kita harus saling membantu dan membahagiakan,“ ujar rektor saat pelepasan mahasiswa di Lapangan Rektorat Sidotopo, Sabtu (31/1/2026).
Ia paham kegiatan ini tidak mudah dan penuh perjuangan. Namun ia percaya mahasiswa Untidar adalah orang hebat yang akan memberikan yang terbaik bagi institusi dan negara.
“Di manapun kita berada mari menjadi orang yang penuh berkah dan manfaat,” tambahnya.
Pemerintah melalui Kemendiktisaintek Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat mengadakan Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat untuk Pemulihan Pascabencana di Sumatera Tahun Anggaran 2026.
Program ini merupakan upaya mendukung pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera di penghujung tahun 2025 serta mendorong peran aktif mahasiswa dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Mahasiswa diposisikan sebagai aktor kunci dalam menjawab tantangan pemulihan pascabencana yang bersifat kompleks dan berkepanjangan.
“Alhamdulilah Untidar lolos dua Proposal Program Mahasiswa Berdampak. Dua kelompok terdiri atas 102 mahasiswa dari empat fakultas yang akan ditempatkan di Provinsi Sumatera Barat, yaitu Kabupaten Agam dan Kabupaten Pesisir Selatan,” jelas Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Dr Dra Eny Boedi Orbawati.
Kegiatan yang akan dilaksanakan di Kabupaten Agam, yaitu teknologi tepat guna berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya, penjernihan air, pengolahan ikan, dan limbah minyak jelantah. Sedangkan di Kabupaten Pesisir Selatan akan melaksanakan program integrasi ketahanan pangan melalui instalasi smart farming.
Tim Kabupaten Agam terdiri atas tiga dosen, yaitu Ir. Raka Mahendra Sulistiyo, S.T., M.Sc. (Dosen S1 Teknik Elektro, Ir. Sigit Joko Purnomo, S.T., M.T. (Dosen D4 TRPM) dan Soraya Kusuma Putri, S.T.P., M.Sc. (Dosen S1 Teknologi Pangan) serta 52 mahasiswa. Lokasi tujuan Nagari Sungai Batang, Kec. Tanjung Raya, Kab. Agam, Prov. Sumatera Barat.
Tim Kabupaten Pesisir Selatan terdiri atas tiga dosen yaitu Dr. Ir. Sigit Iswahyudi, S.T., M.T. (Dosen S1 Teknik Mesin), Ir. Andriyatna Agung Kurniawan, S.T., MEng. (Dosen S1 Teknik Mekatronika) dan Arrizka Yanuar Adipradana, MEng. (Dosen S1 Teknik Sipil). Lokasi tujuan Lokasi Limau Gadang Pancung Taba, Kecamatan Ampek Nagari Bayu, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat.
Rombongan dari Untidar berangkat menggunakan bus dan diperkirakan akan sampai di lokasi masing-maisng pada Minggu (1/2/2026) sore atau malam. Kegiatan masing-masing tim akan segera dilaksanakan pada Senin (2/2/2026) sampai 28 Februari 2026.
Sebelumnya pada Jumat (30/1/2026), mahasiswa diberikan pembekalan mengenal kebiasaan hidup orang Sumatera Barat dari Rektor UIN Imam Bonjol Padang secara daring.
Mahasiswa diharapkan menjunjung adat istiadat agar kegiatan berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Kendala di lapangan mohon disampaikan ke dosen pembimbing. Indikasi sekecil apapun mohon dosen pembimbing segera menindaklanjuti. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto