RADARMAGELANG.ID, Magelang–Kebun Raya Gunung Tidar dikunjungi lebih dari 25.237 wisatawan domestik dan 16 wisatawan mancanegara (wisman) dalam kurun waktu 30 hari terakhir.
Jumlah kunjungan tertinggi selama bulan Rajab tembus 2.138 pengunjung pada Senin (12/1/2026).
Kepala UPT Kebun Raya Gunung Tidar Amirul Nugraheni menjelaskan, pengunjung di bulan Rajab didominasi oleh peziarah dari Jawa Timur, juga luar pulau Jawa.
Tidak dipungkiri pula, banyak pengunjung yang datang dari pegiat olahraga, pelajar, juga mahasiswa yang sedang melakukan penelitian di sini.
“Untuk peziarah, paling banyak berkunjung ke makam Mbah Semar, Kiai Sepanjang, dan Syeh Subakir. Tapi ada juga pengunjung yang ingin berolah raga,” kata Amir kepada Jawa Pos Radar Magelang, Senin (19/1/2026).
Setiap harinya, Kebun Raya Gunung Tidar beroperasional 24 jam. Bus rombongan peziarah dari berbagai kota banyak yang tiba pada waktu Subuh, maupun malam hari. Meski sedang ramai, pengelola tidak menaikkan harga tiket masuk kawasan Gunung Tidar. Tiket resmi yang berlaku saat ini Rp 5.000 per orang. Nominal tersebut sudah mencakup tiket masuk dan asuransi bagi pengunjung dari risiko kecelakaan, cacat tetap, hingga meninggal.
“Alhamdulillah, tidak ada yang kecelakaan maupun meninggal. Namun, selama Rajab, ada beberapa pengunjung yang pingsan karena kelelahan,” jelasnya.
Kelelahan itu dipicu kondisi kesehatan yang kurang baik, namun tetap memaksakan diri untuk menaiki Gunung Tidar. Padahal tidak dipungkiri, sebelum ke Gunung Tidar, mereka telah menempuh perjalanan jauh dan mengunjungi beberapa tempat wisata lainnya. “Yang pingsan itu biasanya lansia. Dan langsung kami panggilkan PMI maupun tim PSC 119, ada yang dirujuk ke RSUD Tidar, dan seluruh biayanya gratis dari asuransi,” jelasnya.
Amirul menyayangkan masih banyak pengunjung yang memaksakan diri naik ke Gunung Tidar di saat kondisi kesehatan telah menurun. Padahal petugas jaga telah memberikan imbauan. Pihaknya juga sudah memasang papan imbauan agar ditaati pengunjung.
Pihaknya juga membuat 18 titik tempat istirahat di sepanjang rute naik dan turun. Setidaknya, setiap 30-50 anak tangga, pengunjung bisa beristirahat dan melanjutkan kembali perjalanan setelah merasa lebih kuat—serta bisa menyelesaikan menaiki 1.002 anak tangga hingga ke puncak. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto