Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Hasil Visum Ali, Pendaki Gunung Slamet Meninggal Sejak 15 Hari Lalu, Keluarga Sudah Ikhlas Tak Ingin Ada Spekulasi

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Sabtu, 17 Januari 2026 | 07:16 WIB
Ibunda Syafiq Ridhan Ali Razan, Utari Januarita bersama anak keduanya, Nafis Ahnaf, tak kuasa menahan tangis saat pemakaman  di  TPU Sidotopo, Kelurahan Sidotopo, Kota Magelang, Kamis (15/1/20) malam.
Ibunda Syafiq Ridhan Ali Razan, Utari Januarita bersama anak keduanya, Nafis Ahnaf, tak kuasa menahan tangis saat pemakaman di TPU Sidotopo, Kelurahan Sidotopo, Kota Magelang, Kamis (15/1/20) malam.

RADARMAGELANG.ID, Magelang – Jenazah pendaki Gunung Slamet, Syafiq Ridhan Ali Razan, 18, Kamis (15/1/2026) malam dikebumikan di TPU Sidotopo, Kelurahan Sidotopo, Kota Magelang.

Jenazah tiba di Masjid Baiturrosyidin Perumahan Depkes, Kramat Utara, Magelang Utara pukul 21.00. Kemudian diadakan upacara pelepasan di halaman masjid.

Dhani Rusman, ayahanda Syafiq Ridhan Ali Razan mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT. Menurutnya, di balik kejadian ini, banyak pembelajaran yang bisa diambil. Seperti, kejujuran, keikhlasan, kebersamaan, kepercayaan, dan kepedulian lingkungan. 

“Kami berterima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat, yang telah memberikan dukungan kepada anak kami. Terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan dan relawan yang telah membantu pencarian anak saya sejak hari pertama hingga ditemukan dan berhasil dievakuasi,” paparnya tegar.

Isak tangis keluarga, kerabat, dan sejumlah pelayat yang hadir pecah. Sementara sang ibu, Utari Januarita menunggu di rumah.

Seketika, suasana duka menyelimuti di area masjid. Di tengah suasana haru, sejumlah kerabat maupun temannya memanggil nama almarhum.

Pada saat upacara pelepasan jenazah, kakak nomor duanya, Nafis Ahnaf selalu memandangi foto adiknya.

Selalu didekap dalam pelukannya. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo menyampaikan, rencana awal, sebelum jenazah disalatkan di masjid, Utari menginginkan melihat anaknya untuk terakhir kalinya.

“Namun, kondisi jenazah tidak memungkinkan. Saya bersama Mas Dhani juga ikut masuk di dalam akhirnya kami merekam, dan saya telepon Mbak Utari. Saya bilang, apakah kuat jika melihat dari video rekaman saya. Jika kuat, harapan saya sampai Magelang tidak usah dibuka,” terangnya.

Lantas ibunda dikirimi video wajah anaknya. Kemudian jenazah langsung dibawa ke masjid.

Catur mengatakan, keluarga almarhum sudah mengikhlaskan. Terkait narasi yang menyudutkan teman Ali, yakni Himawan, Catur mengatakan, apapun yang terjadi di media sosial, keluarga tidak ada menghiraukan.

“Intinya apapun yang terjadi di medsos, beliau (ayahnya) sudah tidak menghiraukan yang penting Mas Ali sudah ditemukan,” ujarnya.

Catur meminta semua spekulasi soal kasus ini ditutup karena keluarga sudah mengiklaskan anaknya. Syafiq Ridhan Ali Razan dinyatakan hilang sejak 29 Desember di Gunung Slamet. 

Jenazahnya ditemukan pada Rabu (14/1./2026) pukul 10.22 di punggungan Gunung Malang, dekat area Watu Langgar. Titik penemuan ini, berada di area puncak Gunung Slamet, jauh di luar jalur pendakian. 

Jenazah Ali berhasil dievakuasi pada Kamis (15/1/2026) pagi pukul 05.00 dari titik penemuan ke puncak Gunung Slamet. 

Kemudian dibawa ke RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Namun atas permintaan keluarga, tidak diotopsi hanya dilakukan visum luar.

Dari hasil visum dokter forensik, Ali sudah meninggal 15 hari terhitung dari Kamis (15/1/2026).

“Jadi kalau dihitung mundur sekitar tanggal 1 atau 2 Januari, Mas Ali meninggal,” jelas Catur kepada media usai pemakaman.

Catur menjelaskan, untuk kondisi jenazah almarhum Ali, di paha sebelah kiri ada luka enam centimeter dan lebar lima centimeter. Diperkirakan patah tulang. Lengan sebelah kiri juga patah tulang. (rfk/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#pendaki gunung slamet #syafiq ridhan ali razan #jenazah