Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Jenazah Syafiq Ali Pendaki Gunung Slamet Berhasil Dievakuasi, Sang Ibu Ingin Melihat Wajah Ali Terakhir Kalinya

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Kamis, 15 Januari 2026 | 19:34 WIB
Suasana rumah duka Syafiq Ridhan Ali Razan di Perum Depkes Kota Magelang dipenuhi karangan bunga dan para pelayat, Kamis (15/1) sebelum kedatangan jenazah.
Suasana rumah duka Syafiq Ridhan Ali Razan di Perum Depkes Kota Magelang dipenuhi karangan bunga dan para pelayat, Kamis (15/1) sebelum kedatangan jenazah.

RADARMAGELANG.ID, Magelang – Jenazah pendaki Gunung Slamet, Syafiq Ridhan Ali Razan, 18, berhasil dievakuasi dari kawasan Watu Langgar, lokasi titik ditemukan. Kemudian dibawa ke puncak Gunung Slamet.

Korban yang hilang 29 Desember 2025 ini, pada Kamis (15/1/2026) sudah dibawa turun ke basecamp Dipajaya melalui Gunung Malang.

Alhamdulillah pagi ini tadi pukul 05.00 tim SAR sudah turun ke bawah dan berhasil mengangkat Mas Ali ke atas puncak. Insya Allah ini dalam proses penurunan dari puncak menuju ke basecamp Dipajaya melalui Gunung Malang,” jelas Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo, Kamis (15/1/2026) di rumah duka. 

Hingga pagi ini kemarin, rumah duka yang berada di Perum Depkes D2 nomor 16, Kramat Utara, Magelang Utara berderet karangan bunga. Para pelayat juga mulai berdatangan ke rumah duka. 

Catur menjelaskan, informasi kedatangan jenazah, setelah sampai di Dipajaya Basecamp, akan langsung dibawa ke RSI  Moga daerah Pulosari, Kabupaten Pemalang. 

“Di sana informasi sementara yang kita dapat, jenazah Mas Ali akan menjalani proses otopsi sekaligus disucikan,” jelasnya. 

Setelah itu, dibawa menuju Kota Magelang menggunakan ambulans dari PMI Kabupaten Pemalang. Pihaknya juga akan ikut menjemput jenazah ke Kabupaten Pemalang.

“Tadi kami juga diperintah pak Sekda, untuk menjemput jenazah Mas Ali,” ungkapnya. 

Menurut Catur, estimasi waktu diperkirakan dari puncak ke bawah (basecamp) sekitar 10 jam.

“Kemudian otopsi kita perkirakan 2-3 jam. Perjalanan dari Pulosari ke sini 4 jam. Jadi ada sekitar 17 jam dari sekarang,” jelasnya lebih lanjut. 

Setelah tiba di Kota Magelang, jenazah diantar ke rumah duka terlebih dahulu. Karena permintaan sang ibu, yang ingin melihat wajah anaknya untuk terakhir kali. 

“Jenazah dibawa ke rumah duka dulu, karena ibunya Mas Ali, Bu Utari menginginkan bisa melihat yang terakhir kalinya. Setelah itu, kita bawa ke masjid untuk di salatkan bersama, dan langsung di bawa ke makam Sidotopo,” ujarnya.

Seperti diketahui Syafiq Ridhan Ali Razan, siswa SMAN 5 Magelang yang mendaki Gunung Slamet dinyatakan hilang sejak 29 Desember 2025 dan baru ditemukan pada Rabu (14/1/2026) lalu. (rfk/lis

Editor : Lis Retno Wibowo
#pendaki gunung slamet #gunung slamet #syafiq ridhan ali razan #rumah duka #evakuasi