Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Perayaan Natal Bersama, Seruan untuk Menjaga Kedamaian seperti Pesan Yesus

Puput Puspitasari • Rabu, 14 Januari 2026 | 21:59 WIB

 

Penyalaan lilin melambangkan Yesus Kristur hadir sebagai terang dunia.
Penyalaan lilin melambangkan Yesus Kristur hadir sebagai terang dunia.

RADARMAGELANG.ID, Magelang - Perayaan Natal bersama di Gereja Santo Ignatius Kota Magelang menghadirkan kesan begitu mendalam. Pesan menjaga kerukunan secara terus menerus diserukan.

Pesan itu terucap dari Kepala Kantor Kemenag Kota Magelang Haji Muhammad Soleh Mubin.

Ia berujar, setiap manusia yang terlahir di dunia memiliki perbedaan.

Baik orang tuanya, rasnya, budayanya, dan lainnya.

Ia mengibaratkan perbedaan seperti di dalam sebuah kelas, berisi siswa dari latar belakang yang berbeda-beda pula.

Tapi mereka harus bersatu, agar suasana belajar menjadi tenang, damai, dan menyenangkan.

"Apapun perbedaan itu, kita harus bersama-sama. Perbedaan itu sejatinya mengajak kita untuk bersama," tuturnya, Rabu (14/1/2026).

Ia yakin, kebersamaan akan mampu membangun Kota Magelang menjadi lebih maju. Masyarakatnya sejahtera.

Ia mengingatkan, rasa kebersamaan akan memantulkan kebaikan dalam berbagai hal.

Ia berpesan, agar tidak membuat hati orang lain terluka. Itulah kebersamaan.

"Jaga kerukunan dan kedamaian. Bersama kita bisa," tegasnya disambut tepuk tangan dari ratusan jemaat yang hadir.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Magelang Chrisattya Yonas Nusantarawan Bolla pun mengatakan sama. Natal adalah simbol kesucian dan kedamaian.

"Mari kita jaga Kota Magelang sebagai rumah bersama. Rumah yang aman, teduh, dan penuh harapan bagi seluruh warganya," ungkapnya.

Hadir mewakili Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, Yonas mengajak seluruh umat Kristiani dan Katolik untuk menjadikan terang Natal sebagai semangat pengabdian.

"Hadirkan kasih di tengah lingkungan, tebarkan damai dalam perbedaan, dan rawat persaudaraan sebagai kekuatan bersama. Dari situlah wajah Kota Magelang sebagai kota yang religius, humanis, dan inklusif akan semakin nyata," paparnya.

Ia kembali mengingatkan, bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara tentang gedung, jalan, dan fasilitas. Tetapi juga tentang manusia dan keluarganya.

"Kota Magelang akan semakin maju apabila dibangun oleh keluarga-keluarga yang rukun, toleran, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan," imbuhnya.

Ketua panitia, YC Yuwono Priyanto mengatakan, acara Natal bersama ini dihadiri oleh jemaat dari berbagai elemen. Baik unsur TNI, Polri, ASN, juga masyarakat umum.

Pihaknya menghadirkan konsep acara yang menyegarkan dan mengangkat budaya lokal, tanpa meninggalkan makna Natal itu sendiri.

Salah satu tarian yang disuguhkan adalah tari Kuntulan dari Magelang.

Acara ini diawali dengan penyalaan lilin Natal. Sebagai simbol Yesus Kristus sebagai penerang dunia, mengusir kegelapan.

Yesus membawa harapan, cinta, kasih, kedamaian bagi umat manusia. (put/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#natal #Tari Kuntulan #Kota Magelang