Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Setelah 17 Hari Pencarian, Syafiq Ridhan Ali Razan yang Hilang di Gunung Slamet Ditemukan Meninggal Dunia

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Rabu, 14 Januari 2026 | 21:27 WIB
Syafiq Ridhan Ali Razan
Syafiq Ridhan Ali Razan

RADARMAGELANG.ID, Magelang- Pendaki asal Kota Megelang yang hilang di Gunung Slamet akhirnya ketemu setelah 17 hari pencarian.

Jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan, 18, ditemukan di Pegunungan Malang, areal Watu Langgar pada Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 10.22.

Berdasar informasi di lapangan, proses evakuasi jenazah Ali membutuhkan waktu 15 jam untuk sampai di Basecamp Dipajaya.

Setelah kabar tersebut beredar, pantauan Jawa Pos Radar Magelang  pukul 14.32, tampak rumah duka yang berada di Perum Depkes D2 Nomor 16, Kramat Utara, Magelang Utara sudah berdiri tenda lelayu. Kursi-kursi juga tertata rapi di depan rumah duka.

Sejumlah warga berdatangan ke rumah duka membantu mempersiapkan berbagai perlengkapan, serta menyampaikan duka cita kepada keluarga Ali Razan.

“Pada Rabu (14/1/2026) ini, Mas Ali putra dari ASN Pak Dani Rusman dan Bu Utari, berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” jelasnya kepada media pada Rabu (14/1), di kantor Setda Pemerintah Kota Magelang. 

Pemkot Magelang telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pemalang. Jenazah akan langsung dibawa ke rumah sakit dan rencana disucikan Pemalang. “Baru nanti akan dibawa ke Kota Magelang dan langsung ke rumah duka,” jelasnya. 

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Pemalang Agus Ikmaludin mengatakan, jenazah Syafiq ditemukan di Gunung Malang area Watu Langgar.

“Syafiq Razan Ali ditemukan di Gunung Malang area Watu Langgar Hari ke-17. Meninggal dunia,” tandas Agus.

Diketahui, Ali Razan dinyatakan hilang pada 27 Desember 2025 lalu. Kakak Syafiq Ridhan Ali Razan, Nafis Ahnaf Rusman menceritakan, sebelum beredar informasi kalau Syafiq hilang, sebenarnya ibu sudah memiliki firasat buruk. Awalnya korban izin ke keluarga tujuannya ke Gunung Sumbing, bukan Gunung Slamet.

“Ibu juga tahu, kalau tektok naik gunung itu paling lama setengah hari. Malam minggu berangkat, estimasi dari keluarga itu Minggu itu seharusnya sudah pulang. Tapi kok ini belum pulang, ditunggu hingga senin kok juga belum pulang. Sehingga Ibu WA adik, ternyata kok WA nya hanya centang satu,” ungkapnya.

“Dari sini feeling ibu sudah tidak enak, dan langsung nyusul ke basecamp di Gunung Slamet,” imbuhnya.

Komunikasi Ali dengan keluarga terakhir malam minggu pada waktu mau naik, melalui via chat WA. Isinya, kata Nafis, meminta maaf tersasar di Gunung Slamet. “Dan mengirim foto terakhir di basecamp. Udah itu saja,” ucapnya.

Ia menceritakan, sebenarnya keinginan sang adik untuk naik ke Gunung Slamet sudah sejak November lalu. Namun, Ibu tidak mengizinkan karena Shafiq masih pemula. “Karena baru naik ke Gunung Andong dua kali. Jadi belum ada pengalaman di gunung tinggi, sehingga kemarin itu diizinkan sama Ibu di Gunung Prau atau Gunung Sumbing aja,” ceritanya. (rfk/zal)

 

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#pendaki #gunung slamet #syafiq ridhan ali razan #relawan #sar #meninggal dunia