RADARMAGELANG.ID, Magelang—RSUD Tidar Kota Magelang terus berbenah. Selain meningkatkan fasilitas dan pelayanan, rumah sakit kelas B ini juga berorientasi pada peningkatan kompetensi sumber daya manusianya.
Direktur RSUD Tidar Kota Magelang dr Junaedi Wibawa mengatakan, klasifikasi pelayanan rumah sakit akan berbasis kompetensi.
"Karena itu, kami mendorong dokter spesialis untuk melanjutkan pendidikan subspesialis, serta dokter umum untuk mengambil pendidikan spesialis," katanya dalam acara pembinaan dan evaluasi kinerja RSUD Tidar yang diikuti 80 dokter, baru-baru ini.
Dikatakannya, jumlah ketersediaan dokter di RSUD Tidar telah mencukupi. Hal tersebut mendukung kecepatan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat. Dari sisi kinerja rumah sakit secara umum, Djunaedi menyebut berjalan lancar dan minim keluhan yang bersifat serius. "Pelayanan dokter dirasakan sangat memuaskan oleh masyarakat," ucapnya.
Lalu, dari sisi target keuangan tercapai 105 persen. Dari target Rp 257 miliar, terealisasi Rp 260 miliar. Tingginya kepercayaan masyarakat menjadikan RSUD Tidar sebagai mitra menuju sehat, mendorong rumah sakit terus membah jumlah tempat tidur (TT). Saat ini, TT mencapai 360 dengan 1.017 tenaga kerja.
Sementara itu, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mendorong agar RSUD Tidar untuk terus meningkatkan kualitas dan menjaga kepercayaan masyarakat. Salah satu hal yang ia tekankan adalah adanya rasa memiliki yang tertanam di hati setiap karyawan rumah sakit. "Harus ada rasa memiliki yang kuat, sehingga muncul tanggung jawab untuk bekerja lebih profesional dan amanah," tandasnya.
Ia mengingatkan kepercayaan masyarakat tidak terbentuk begitu saja. Butuh proses panjang untuk meyakinkan masyarakat, RSUD Tidar menjadi fasilitas kesehatan yang bisa diandalkan masyarakat se-Kedu Raya.
Damar menyinggung salah satu orang yang berperan besar terhadap kemajuan RSUD Tidar adalah Wakil Wali Kota Magelang dr Sri Harso. Dokter Sri Harso pernah mengabdikan diri selama 12 tahun dan menjadi direktur.
"Memang tidak gampang memertahankan kepercayaan masyarakat, hingga RSUD Tidar didatangi pasien dari Kedu Raya. Dari yang dulu bangunannya masih peninggalan Belanda, sekarang fasilitas dan peralatannya sudah jauh lebih modern dan canggih," ungkapnya. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto