Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Warga Kota Magelang Dapat Becak Listrik Bantuan Presiden, Wali Kota Damar Ingatkan Jangan Dijual

Puput Puspitasari • Sabtu, 27 Desember 2025 | 17:06 WIB
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono dan Wakil Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Nanik S Deyang mencoba becak listrik.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono dan Wakil Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Nanik S Deyang mencoba becak listrik.

RADARMAGELANG.ID, Magelang – Sudah 35 tahun, Samsudiono mengayuh becak menyusuri jalanan Kota Magelang.

Tapi, bukan dengan becak miliknya sendiri. Melainkan menyewa dari seseorang.

Meski pelanggannya semakin sedikit, ia tak punya pilihan lain.

Ia masih setia menjalani pekerjaan yang ditekuninya sejak 1988 itu. Dulu memang ramai, tapi tidak dengan masa kini. Sepi.

Warga Bogeman, Kelurahan Panjang, itu sudah tak lagi muda. Tapi, di usia 55 tahun, kaki dan punggungnya tetap dipaksa kuat.

Maka wajar, jika ia tak bisa menyembunyikan rasa haru ketika menerima bantuan becek listrik dari Presiden RI Prabowo Subianto. Akhirnya, ia punya becak sendiri.

“Terima kasih Pak Presiden Prabowo Subianto, bantuan ini sangat membantu kami para tukang becek di Magelang,” ujarnya lirih, usai menerima bantuan becak listrik, di Pendopo Pengabdian, Jumat, (26/12/2025).

Bagi dirinya, bantuan becak listrik ini memberikan harapan baru bagi tukang becak, yang sudah mati suri di tengah persaingan moda transportasi bermesin.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengingatkan untuk tidak menjual becak listrik bantuan Presiden Subianto (banpres).

Pihaknya akan memperketat pengawasan dan menyiapkan mekanisme pengendalian, agar kasus becak bantuan berpindah tangan tidak terjadi. Selain itu,

“Ini bantuan kemanusiaan. Tidak boleh diperjualbelikan. Kalau sampai dijual, akan ada sanksi. Kami akan awasi bersama OPD, kepolisian, dan aparat terkait,” tegasnya.

Dikatakan, Kota Magelang menerima 100 unit becak listrik.

Ia harap, becak tersebut dapat digunakan dengan semestinya dan membantu ekonomi masyarakat.

Wakil Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Nanik S Deyang juga mengingatkan para penerima agar tidak menyalahgunakan bantuan.

Ia mengaku kecewa karena sempat mendapat laporan bahwa sebagian becak yang dibagikan sebelumnya justru hilang atau dijual.

“Ini sedekah, bukan untuk diperjualbelikan. Niat Pak Prabowo itu untuk membantu kehidupan panjenengan semua. Kalau dijual, artinya tujuan itu hilang,” tegas Nanik.

Ia menyampaikan, bantuan bisa dihentikan jika praktik semacam itu terulang.

“Jadi, program becak listrik ini lahir dari keprihatinan Presiden Prabowo terhadap nasib para tukang becak, yang mayoritas sudah lanjut usia,” pungkasnya. (put/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#Bantuan Presiden #becak listrik #Wali Kota Magelang Damar Prasetyono