RADARMAGELANG.ID, Magelang – Kelurahan Kramat Selatan, Kota Magelang, mengambil peluang dari tren ngopi-ngopi di kalangan masyarakat.
Mereka mendirikan kedai kopi dan tempat makan sebagai lini bisnis Koperasi Merah Putih (KMP) di depan kantor kelurahan. Tempat ini diberi nama Merah Putih Coffee & Eatery.
Kedai ini menawarkan suasana yang santai dengan konsep di luar ruangan. Unit usaha ini dirancang sebagai ruang multifungsi yang menyediakan ruang baca, literasi, diskusi, serta etalase produk UMKM.
“Pemilihan sektor kuliner dan kopi bertujuan agar koperasi tampil lebih relevan dengan tren gaya hidup masa kini, dan kami ingin koperasi ini bukan sekadar tempat jual beli, tapi juga menjadi ruang tumbuh,” aku Lurah Kramat Selatan Bayu Saputro, Rabu (24/12/2025).
Bayu mengatakan, Merah Putih Coffee & Eatery sebagai pemantik sebelum nantinya merambah ke kebutuhan rumah tangga lainnya. Pemilihan model bisnis kafe di bawah naungan koperasi ini tidak dimaksudkan untuk mematikan usaha serupa yang sudah ada di sekitarnya. Sebaliknya, unit usaha ini dirancang untuk memperkaya pilihan ruang publik di kawasan Kramat Selatan.
“Kami ingin melengkapi ekosistem ekonomi yang sudah ada. Kami ingin memberikan nilai tambah melalui konsep ruang literasi dan pemberdayaan UMKM yang kami usung,” imbuhnya.
Selain kuliner, koperasi ini telah menerapkan layanan digital melalui payment point online banking (PPOB), pembayaran listrik dan air.
Bayu melanjutkan, kehadiran Merah Putih Coffee & Eatery bukan sekadar unit bisnis, melainkan bagian dari visi besar mendukung program Magelang Bergaung.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono yang meresmikan kafe ini memberikan pujian. Menurutnya, kafe ini sebagai inovasi segar dalam dunia perkoperasioan. “Bagus. Mereka (kelurahan dan pengelola) mampu menangkap peluang ekonomi lokal secara cerdas,” tandasnya.
Ia menyampaikan, Kramat Selatan memiliki keunggulan strategis karena dikelilingi kantor pemerintahan, rumah sakit, perbankan, hingga pusat olahraga yang potensial bagi usaha berbasis layanan dan ruang publik.
Pihaknya mendorong setiap wilayah untuk berinovasi sesuai karakter masing-masing. Tak sekadar Koperasi, tapi bisa menjadi wadah bagi UMKM lokal, kreativitas, belajar dan kegiatan positif lainnya.
“Di sinilah pemerintah hadir, memfasilitasi agar pelaku usaha lokal bisa tumbuh,” pungkasnya. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto