RADARMAGELANG.ID, Magelang—SMA Negeri 5 Magelang kembali menghidupkan semangat petualangan lewat kegiatan Hiking Maladira yang digelar khusus untuk seluruh murid kelas X, Kamis (4/12/2025).
Kegiatan yang mengusung tema “Melangkah ke Alam Menemukan Jati Diri Pramuka” ini digelar di Pagergunung Rockland, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang.
Sebuah kawasan yang dikenal dengan udara pegunungan yang sejuk, kabut tipis yang meneduhkan, serta panorama alam yang mampu membuat siapa saja merasa lebih dekat dengan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Ketua Gugus Depan (Gudep) SMAN 5 Magelang Aditia Pramudika Yuda menjelaskan, kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam Program Kerja Tahunan Pramuka Ambalan Barito Martadinata dan Barito Malahayati.
Kegiatan ini bukan sekadar jelajah alam, tetapi juga upaya membangun karakter, kebersamaan, dan kecintaan para murid terhadap kegiatan kepramukaan.
“Untuk memastikan kegiatan berjalan lancar dan aman, panitia Hiking Maladira menetapkan sejumlah ketentuan yang dirancang dengan mempertimbangkan kenyamanan para peserta,” kata Aditia Pramudika Yuda kepada Jawa Pos Radar Magelang, Minggu (7/12/2025).
Dikatakan, setiap murid diminta membawa perlengkapan penting, seperti jas hujan, air minum minimal satu liter, alat salat pribadi, serta buku dan alat tulis untuk keperluan pencatatan kegiatan.
Mereka juga diwajibkan menyiapkan pakaian ganti olahraga khas SMAN 5 agar tetap nyaman setelah beraktivitas.
Tak hanya itu, lanjut dia, panitia memberi kelonggaran bagi murid untuk membawa sandal dan snack sebagai teman perjalanan.
“Bagi peserta yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, imbauan khusus diberikan agar mereka membawa obat pribadi, sehingga seluruh rangkaian hiking dapat diikuti dengan aman dan penuh semangat,” ujarnya.
Peserta diberangkatkan menggunakan bus dari sekolah menuju titik awal kegiatan. Setibanya di lokasi, para murid yang mengenakan seragam Pramuka lengkap mengikuti rangkaian acara sesuai jadwal, mulai dari apel pembukaan hingga pengarahan hiking sebelum memasuki jalur utama.
“Panitia menyiapkan empat pos yang dijaga kakak Barma, masing-masing dengan tantangan berbeda untuk melatih ketangkasan, kekompakan, serta karakter kepemimpinan,” katanya.
Salah satu titik yang paling menarik perhatian adalah pos 2, di mana terdapat air terjun yang menjadi tempat favorit untuk beristirahat sambil menunggu antrian memasuki pos berikutnya.
Rangkaian hiking berlangsung lancar sejak pagi. Para murid tampak antusias menyusuri jalur yang didominasi batuan alam khas Rockland, ditemani udara dingin dan kabut tipis yang menambah kesan petualangan.
Hujan sempat turun menjelang akhir kegiatan, namun kondisi itu justru menambah keseruan karena hampir semua peserta telah mendekati tahap penyelesaian rute. Jas hujan yang sebelumnya diwajibkan oleh panitia akhirnya benar-benar terpakai.
Secara keseluruhan, Hiking Maladira tahun ini terasa begitu hangat dan penuh warna.
Tawa para murid kelas X berpadu dengan sejuknya udara Pagergunung, menciptakan suasana yang sulit dilupakan.
Aktivitas di setiap pos, kerja sama antara peserta dan panitia, hingga momen-momen kecil yang terjadi sepanjang perjalanan menjadi pengalaman berharga yang menegaskan nilai-nilai kepramukaan: mandiri, tangguh, peduli, dan selalu siap menghadapi tantangan.
Lebih dari sekadar rekreasi, kegiatan ini menjadi ruang belajar yang alami, tempat para murid menemukan keberanian, kebersamaan, dan jati diri mereka.
“Hiking Maladira ditutup dengan harapan setiap langkah yang mereka ambil hari itu akan menjadi bekal nyata untuk masa depan,” ujarnya. (pungki s/aro)
Editor : H. Arif Riyanto