RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Bagi para orang tua, kesehatan anak merupakan prioritas yang tidak dapat ditunda. Segala upaya dilakukan demi memastikan tumbuh kembang anak berjalan baik dan mereka mendapatkan perawatan terbaik ketika sakit.
Dalam hal ini, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi salah satu bentuk perlindungan yang dapat diandalkan. Melalui JKN, anak dapat memeroleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan medis, tanpa hambatan biaya.
Upaya ini juga sejalan dengan komitmen BPJS Kesehatan dalam memberikan kepastian akses kesehatan bagi seluruh keluarga di wilayah Magelang dan sekitarnya.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang Maya Susanti menuturkan, kelancaran layanan kesehatan untuk anak sangat dipengaruhi oleh keaktifan kepesertaan dan keakuratan data peserta.
“Status aktif peserta menentukan kelancaran penjaminan saat anak membutuhkan pelayanan. Orang tua dapat secara berkala mengecek status kepesertaan melalui aplikasi Mobile JKN agar tidak terjadi kendala di fasilitas kesehatan,” ujarnya, Selasa, (2/12/2025).
Melalui aplikasi tersebut, orang tua dapat memantau informasi pelayanan, melihat riwayat kunjungan, mengetahui fasilitas kesehatan terdekat, hingga mengambil nomor antrean secara online.
Maya menambahkan, data peserta yang valid, terutama terkait identitas dan kepesertaan keluarga, akan memudahkan proses pelayanan ketika terjadi rujukan, rawat jalan, maupun rawat inap.
Selain itu, pemahaman peserta mengenai prosedur pelayanan JKN juga penting agar tidak terjadi kesalahpahaman saat mengakses layanan.
“Kami ingin memastikan setiap anak yang menjadi peserta JKN dapat berobat dengan nyaman. Karena itu, kami terus mengimbau orang tua untuk memperbarui data serta memahami alur pelayanan di fasilitas kesehatan,” tambahnya.
Di samping aspek administrasi, Maya juga menekankan pentingnya edukasi preventif bagi orang tua untuk menjaga kesehatan anak.
Pola makan bergizi, imunisasi lengkap, kebersihan lingkungan, serta kepedulian pada gejala awal menjadi langkah-langkah penting yang dapat mencegah anak jatuh sakit atau memperburuk kondisi.
“Penjaminan JKN membantu pembiayaan ketika anak sakit, tetapi pencegahan tetap menjadi langkah terbaik. Orang tua perlu memastikan anak hidup dalam lingkungan yang sehat dan segera memeriksakan kondisi mereka ketika muncul keluhan,” jelasnya.
Maya berharap kesadaran ini semakin kuat di masyarakat, sehingga derajat kesehatan keluarga terus meningkat.
Salah satu peserta yang merasakan manfaat program JKN adalah Rina, warga Wonosobo. Ia menceritakan bahwa anaknya mengalami pilek dan batuk berkepanjangan, hingga mengganggu aktivitas hariannya.
Setelah dibawa ke puskesmas dan menjalani beberapa kali pemeriksaan, kondisi anaknya tidak kunjung membaik, sehingga harus dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih intensif.
“Kami merasa terbantu sekali. Tidak ada biaya yang perlu kami pikirkan, sehingga fokus kami hanya pada pemulihan anak,” ungkap Rina.
Kini, anaknya sudah pulih dan masih menjalani kontrol pascarawat inap. Seluruh biaya dijamin program JKN. (put/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo