RADARMAGELANG.ID, Magelang – Ammar Althaaf Badruzzaman, petenis cilik asal Kota Magelang berhasil menaklukkan Asian Tennis Federation (ATF) di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, 17-20 November. Ia pulang ke Tanah Air dengan gelar juara 1 kategori double partner bersama Komang Bagus Wahyu Purustama, asal Buleleng, Bali.
Kemenangan ini diraih dengan penuh keringat oleh Ammar dan Komang. Keduanya menghadapi perlawanan sengit dari atlet Filipina di babak perempat final. Dengan konsistensi bermain dan kekompakan yang terjaga, Ammar-Komang unggul dengan skor 6-2/6-2.
Kemenangan ini menjadi modal Ammar-Komang melaju di putaran semifinal melawan atlet Malaysia dengan skor 6-0/6-2. Keduanya pun mampu memertahankan strategi permainan di putaran final, melawan Eason Lim dari Brunei Darussalam yang berpasangan dengan Ahmad Dwi dari Indonesia. Ammar-Komang berhasil mengunci dua set permainan dengan skor 6-1/6-1.
“Ini pengalaman berharga bagi aku, karena lawan main ku berasal dari berbagai negara. Mereka memiliki kemampuan bermain yang sangat bagus,” tuturnya, Minggu (30/11/2025).
Menyadari lawan main yang begitu berat, Ammar konsisten menjaga kestabilan emosi saat bermain, sehingga sukses membuat fokus dan konsentrasinya tidak terpecah. Ammar pun bisa melihat peluang kemenangan.
“Aku sangat konsisten dengan semua itu. Dan aku mempersiapkan turnamen kali ini dengan disiplin tinggi, rutin latihan pagi dan sore menjelang pertandingan, juga menjaga kesehatan fisik,” ungkapnya.
Ammar pun cukup puas dengan hasil turnamen itu. Ia mengaku tertantang mengukur kemampuannya dalam turnamen internasional, setelah beberapa kali memenangkan kejuaraan nasional. Sebelum berlaga di negara pesemakmuran itu, Ammar lebih dulu menjuarai turnamen nasional, Next Gen Cup 2025 di Malang, Jawa Timur. Ammar merebut posisi juara 1 pada kategori single di kelompok umur (KU) 14 tahun.
Prestasi cemerlang lain yang diraih dua tahun secara berturut-turut adalah lolos seleksi sebagai pemain nasional tenis yunior yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti), di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.
“Dalam setiap turnamen yang aku ikuti, aku menemukan cara bermain yang baru dan hal itu semakin mengasah keterampilanku,” ucap siswa SD Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang itu.
Ia pun bercita-cita ingin menjadi altet tenis profesional, seperti Carlos Alcaraz. “Dia inspirasiku. Dan aku harus lebih sering mengikuti turnamen tingkat Asia, supaya bisa bertemu dengan lawan dari negara lain,” imbuhnya.
Ammar menyebut perjalanannya ke sana masih panjang. Tapi ia tetap bersemangat. Karena ketertarikannya pada dunia tenis sudah muncul sejak usia 5 tahun. Ia sering melihat ayahnya berlatih tenis.
Ammar kemudian mencoba ikut latihan, dan setahun kemudian ia berani mengikuti berbagai turnamen tenis di berbagai daerah. Keberanian dan kegigihannya itu membuahkan hasil. Sejak bermain di KU 10 tahun dan KU 12, Ammar menduduki peringkat 1 nasional pemain yunior.
“Bulan November ini, aku juga menduduki peringkat sembilan, peringkat nasional pemain di kelompok umur 14 tahun,” ujarnya.
Bagi Ammar, prestasi ini tidak datang dari kemampuan dirinya saja. Tapi juga dari dukungan orang tua dan klub K7G Tenis Academy Andhy Soetomo. Dukungan lainnya juga datang dari pihak sekolah yang memberikan kesempatan untuk ia mengikuti turnamen, serta memberikan bimbingan belajar jarak jauh saat tak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar secara langsung. (put/bis)
Editor : H. Arif Riyanto