RADARMAGELANG.ID, Magelang – Ada yang menarik dari Gelar Pengawasan Daerah (Larwasda) yang dihelat Inspektorat Daerah Kota Magelang di Pendopo Pengabdian, Selasa (25/11/2025).
Inspektur Daerah Kota Magelang Larsita mengungkap keberhasilan upaya penyelamatan keuangan daerah sebesar Rp 411,7 juta dari lima proyek strategis.
Selain itu, nilai efisiensi yang berhasil dicapai dari kegiatan reviu harga perkiraan sendiri (HPS) sebesar Rp 680,4 juta.
Sementara dalam pemeriksaan dengan tujuan tertentu, potensi kerugian keuangan daerah yang dapat diselamatkan Rp 69,6 juta.
Larsita menyebut, keberhasilan ini buah dari kerja keras yang dilaksanakan sejak awal tahun hingga 31 Oktober 2025.
Capaian kinerja ini juga didukung peran dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan pihak terkait lainnya.
“Dalam kurun waktu itu, kami telah melaksanakan 190 pengawasan yang terdiri atas 28 kegiatan audit, 73 kegiatan reviu, 41 kegiatan evaluasi, 8 delapan kegiatan monitoring, dan 40 kegiatan pengawasan lainnya,” terangnya dalam acara bertema Pengawasan Proaktif dan Berbasis Kinerja untuk Mengawal Akuntabilitas dan Keberhasilan Program Strategis Daerah.
Tidak hanya itu saja, pria yang juga menjabat sebagai Penjabat (Pj) Sekda Kota Magelang itu memberikan kabar gembira lainnya.
Berdasarkan laporan terakhir sampai dengan semester 1, capaian tindak lanjut hasil pengawasan BPK I Perwakilan Jawa Tengah mencapai 94,87 persen.
“Sebuah angka yang menunjukkan komitmen kuat kita terhadap akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah,” ucapnya mantap.
Meski begitu, Larsita menyebut masih terdapat ruang untuk penyempurnaan. Karenanya, ia mengajak seluruh OPD untuk segera menuntaskan sisa rekomendasi yang ada.
Sementara itu, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menambahkan, Larwasda merupakan forum penting untuk mengevaluasi langkah-langkah pengawasan yang sudah dilakukan.
Memastikan jalannya pemerintahan tetap berada pada arah yang benar, menjamin bahwa setiap kebijakan anggaran ditujukan untuk kepentingan masyarakat.
“Kita harus bisa mencapai visi besar kita untuk mewujudkan Kota Magelang sebagai kota perdagangan dan jasa yang harmonis, humanis, nyaman, dan berkelanjutan. Tapi kita butuh pondasi kuat, yaitu pemerintahan yang bersih, taat aturan, dan akuntabel,” tegas Damar.
Ia menilai, APIP adalah garda depan pengawasan internal.
Dan bagi OPD, APIP tidak lagi sebatas auditor yang memeriksa setelah pekerjaan selesai.
Melainkan mitra yang terlibat sejak awal untuk memastikan kualitas penyelenggaraan pemerintah, baik sebagai penjamin mutu maupun sebagai mitra konsultasi.
“Sebagai penjamin mutu, APIP berperan memastikan bahwa setiap proses, program, dan kegiatan dilaksanakan sesuai standar, taat aturan, dan memenuhi prinsip akuntabilitas,” ujarnya.
Damar mengajak seluruh ASN untuk berlaku jujur dalam bekerja, dan mengabdi sepenuh hati untuk kepentingan masyarakat secara luas. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto