Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Pemkot Magelang Fokus Tingkatkan SDM Sebagai Fondasi Utama RPJP

Magang Radar Magelang • Senin, 24 November 2025 | 02:41 WIB

 

Penyerahan tablet secara simbolis oleh Wali Kota Magelang Damar Prasetyono kepada perwakilan OPD, sebagai bentuk inisiasi Bapperida dalam meningkatkan kinerja OPD
Penyerahan tablet secara simbolis oleh Wali Kota Magelang Damar Prasetyono kepada perwakilan OPD, sebagai bentuk inisiasi Bapperida dalam meningkatkan kinerja OPD

RADARMAGELANG.ID, Magelang – Rencana Pembangunan Jarak Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025-2029 Kota Magelang merupakan salah satu penerjemahan dari milestone Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang untuk tahun 2025-2045.

Pada RPJMD 2025-2029 fase pertama ini, Pemkot Magelang memprioritaskan peningkatan perencanaan sumber daya manusia (SDM) yang akan menjadi fondasi utama pada fase-fase berikutnya hingga tahun 2045.

Visi Pemkot Magelang 20 tahun ke depan, yakni menjadi kota perdagangan dan jasa yang berdaya saing, berkarakter, dan berkelanjutan. Ini didukung dengan kawasan Kota Magelang yang termasuk dalam satu kawasan regional Kabupaten Magelang, Kota Magelang, dan Temanggung (Gelangmanggung).

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar memahami peraturan daerah (Perda) sebagai dasar hukum RPJMD 2025-2029.

“Perda ini sebagai pegangan, sebagai kompas, sebagai penunjuk arah bahwa perencanaan pembangunan itu jalannya seperti itu,” kata Damar saat memberikan arahan dan perintah kepada seluruh perangkat daerah Kota Magelang di Aula Pangripta, Bapperida, Kota Magelang, Jumat (21/11/2025).

Damar menginginkan parameter dari kepemahaman Perda ini dapat diukur melalui koordinasi dengan OPD terkait, khususnya asisten 1, 2, dan 3 untuk memastikan perda ini dipahami oleh seluruh OPD di Kota Magelang.

Nek rung paham nanti mundur saja, diganti sing wes paham. Biar fair,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Damar juga menegaskan kepada seluruh OPD agar terlibat dan berkontribusi dalam penerjemahan RPJMD bersama Bapperida.

“OPD itu saya harap jangan cuma duduk tunggu perintah kon ngalor-ngalor kon ngidul-ngidul. Saya tidak mau seperti itu bapak ibu sekalian. Njenengan harus ikut merumuskan supaya terjadi inovasi dalam setiap kebijakan,” jelasnya.

RPJMD merupakan hal yang memastikan setiap langkah pembangunan daerah di Kota Magelang dapat berjalan terarah, terukur, dan bermanfaat bagi masyarakat. Dengan visi kota jasa dan perdagangan, Pemkot Magelang menempatkan diri sebagai mediator atau menjembatani berbagai event dari luar dan dalam daerah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Magelang Handini Rahayu menerangkan, Kota Magelang memiliki beberapa potensi strategis, termasuk konektivitas erat kaitannya dengan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan hal-hal lain yang menjadi penguatan Kota Magelang.

“Ini tidak hanya menjadi tulisan bagi kita, tetapi ini menjadi sesuatu yang harus kita manfaatkan, kita ambil peluangnya, sehingga nanti akan lebih menguatkan peran Kota Magelang di dalam kewilayahannya,” kata Dini saat menyampaikan laporan kegiatan diseminasi RPJMD 2025-2029.

Dini menjelaskan, kawasan terbangun di Kota Magelang saat ini mencapai 73 persen dan infrastruktur yang termasuk dalam kategori mencukupi. Ia menilai nilai Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kota Magelang yang ada di angka 64,96 ini menjadi tantangan bagi Pemkot Magelang untuk meningkatkan nilai IKLH ke depan.

“Ada sesuatu yang harus kita perhatikan yaitu air, pangan, dan sampah. Kita perhatikan kondisinya yang mewajibkan kita untuk menjalin kerja sama regional. Jadi pangan, sampah, air kita juga sangat bergantung. Ini menjadi catatan penting bagi kita untuk mengolah seperti apa nanti bentuk kerja samanya sehingga tata kelola bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Dengan populasi penduduk Kota Magelang berjumlah sekitar 128 ribu di tahun 2024, akses sanitasi air Kota Magelang saat ini berada di angka 14,22 persen dan pangan di angka 10,93 persen.

Menariknya, jumlah penduduk usia produktif Kota Magelang termasuk sangat tinggi, yakni 70,51 persen. Sementara itu, penduduk lulusan Sekolah Lanjut Tingkat Atas (SLTA) atau setingkat berada di angka 33,06 persen. Berdasarkan angka tersebut, Pemkot Magelang berpotensi menggerakan SDM. 

Pertumbuhan ekonomi Kota Magelang tahun ini melebihi rata-rata provinsi dan nasional dengan angka 5,56 persen. Dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang semakin naik, baik harga berlaku dan konstan menjadi tren positif dalam lima tahun ke depan.

Satu permasalahan yang dihadapi Pemkot Magelang saat ini adalah Indeks Gini sebesar 0,6 di mana lebih tinggi dari provinsi dan nasional. Ini menjadi target Pemkot untuk mendekatkan atau mengurangi ketimpangan di Kota Magelang.

Pada aspek kesejahteraan masyarakat, Kota Magelang memiliki nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ada di angka 82,15 persen di mana lebih tinggi dari rata-rata provinsi dan nasional yang berada di angka 60 persen.. 

Indeks literasi Kota Magelang mencapai 93,11 persen dan indeks pembangunan keluarga yang naik menjadi 66,3 persen dari 53,57 persen. Indeks pembangunan gender berada di angka 96,73 persen.

Berdasarkan gambaran kesejahteraan manusia tersebut, Kota Magelang memiliki bahan baku yang luar biasa sehingga perlu diolah sebaik mungkin.

Sementara itu, indeks inovasi Kota Magelang tahun 2025 naik mencapai 81 persen dari 71,87 persen. Hal menarik lain, sebanyak 82,83 persen rumah tangga di Kota Magelang memiliki akses internet. Ini menunjukkan teknologi telah merata, sekaligus menjadi modal dasar dalam mencapai visi dan misi Pemkot Magelang yaitu mentransformasi Kota Magelang menjadi kota cerdas atau smart city.

Beberapa masalah utama yang dihadapi Pemkot Magelang saat ini dalam mewujudkan visi dan misinya, yaitu peningkatan pengelolaan ruang dan lingkungan yang krusial akibat terbatasnya wilayah, optimalisasi demografi dan SDM dalam menghadapi tantangan bonus demografi, peningkatan kesejahteraan kohesi sosial membutuhkan penguatan, peningkatan daya saing daerah membutuhkan penguatan holistik, dan optimalisasi tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

RPJMD 2025-2029 Kota Magelang ini terdiri dari beberapa tahapan. Mulai dari tahun 2026 fokus pada penguatan landasan pembangunan dan tahun 2025 sebagai fondasi utama dengan penguatan SDM. 

Berikutnya, tahun 2027 dimulai peningkatan kinerja pembangunan dengan peningkatan beberapa klaster. Tahun 2028 fokus akselerasi, tahun 2029 pemantapan kinerja, dan tahun 2030 menjadi kesepakatan seluruh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) untuk mewujudkan kinerja pembangunan yang mengokohkan visi dan misi RPJMD.

Pengokohan visi dan misi ini merujuk pada pengokohan identitas Kota Magelang sebagai kota jasa yang berdaya saing dan berkelanjutan untuk menuju ke 20 tahun ke depan.

Terdapat beberapa target indikator kinerja utama Pemkot Magelang untuk lima tahun ke depan, salah satunya tingkat kemiskinan. Pemkot menargetkan tingkat kemiskinan dapat turun dari 5,33 persen menjadi 3,47-4,25 persen.

Kebijakan fiskal menjadi suatu kondisi atau permasalahan yang dapat mempengaruhi proses pembangunan. Di sisi lain, RPJMD dan kota cerdas tidak dapat dipisahkan di mana RPJMD merupakan satu kesatuan. Pada kenyataannya, konsep kota cerdas berusaha mendorong program-program pembangunan daerah agar lebih baik melalui berbagai inovasi yang didukung oleh teknologi informasi.

Dalam masterplan kota cerdas dijelaskan, bahwa sasaran RPJMD akan menjadi sasaran yang tergabung dalam kota cerdas. Sasaran ini akan diterjemahkan ke dalam berbagai strategi untuk mencapai tahap rencana aksi kebijakan yang dibalut dengan inovasi dan didukung oleh teknologi informasi.

“Jadi program yang saat ini ada akan terasa biasa ketika kita laksanakan dengan apa adanya. Tetapi ketika kita hubungkan dengan pemikiran atau konsep smart city, maka di situlah kita akan menjadi luar biasa,” ucapnya.

Elemen-elemen dalam pembangunan kota cerdas ini dilakukan melalui public services, peningkatan pelayanan publik, kinerja birokrasi pemerintahan, kebijakan publik, pariwisata, wajah kota, industri, keuangan, kesehatan, transportasi, edukasi, dan lain-lain.

Kini, Pemkot Magelang perlu menggandengkan konsep yang ada di RPJMD dan konsep kota cerdas, maka akan mengubah dari bisnis yang biasa menjadi budaya inovasi. Kedua, melakukan pendekatan kota cerdas dalam tata kelola pelaksanaan visi dan misi program, baik unggulan maupun prioritas, serta membangun kolaborasi hexahelix. (mg1/put)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Visi #Bapperida #Wali Kota Magelang Damar Prasetyono #rpjmd