Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Ramai Pengunjung, KMI Expo 2025 Berhasil Menggerakkan Ekonomi Pedagang Kaki Lima

Magang Radar Magelang • Jumat, 21 November 2025 | 22:28 WIB
Lokasi Pedagang Kaki Lima di KMI EXPO 2025
Lokasi Pedagang Kaki Lima di KMI EXPO 2025

RADARMAGELANG.ID, Magelang - KMI Expo 2025 yang digelar di Universitas Tidar ternyata bukan sekadar pameran inovasi mahasiswa, tetapi juga membawa dampak ekonomi nyata bagi pedagang kaki lima di sekitar lokasi acara.

KMI Expo, atau Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia Expo, adalah sebuah ajang nasional yang mempertemukan wirausahawan muda dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk memamerkan produk, berkompetisi inovasi, dan memperluas jejaring bisnis.

Kegiatan ini diinisiasi melalui program P2MW (Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha) yang dijalankan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdikbud Ristek.

Expo KMI XVI 2025 ini dilaksanakan dari tanggal 19 hingga 21 November di Untidar, Magelang, dan diikuti oleh ratusan kelompok usaha mahasiswa dari berbagai kampus.

Selama acara berlangsung, sejumlah pedagang kaki lima di dekat area expo memanfaatkan lonjakan pengunjung untuk meningkatkan penjualan. Suparman, pedagang cilok rica berusia 45 tahun, mengaku dagangannya jauh lebih ramai dibanding hari biasa. “Ya, lebih ramai di sini,” ujarnya.

Ia menyatakan pendapatannya meningkat sejak expo dimulai, sementara lokasi berjualannya telah disiapkan oleh panitia. Hal itu membuatnya merasa sangat terbantu karena ruang dagang yang cukup strategis. Dia juga menilai event seperti ini benar-benar memberi manfaat bagi pedagang kecil.

Aris, pedagang es krim berumur 55 tahun, turut merasakan manfaat ekonomi meski peningkatan tidak drastis. Ia berjualan pada hari kedua dan ketiga expo dan mengamati adanya kenaikan omzet.

“Ada peningkatan, meskipun tidak banyak, tapi ya lumayan,” katanya.

Seluruh pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar area kegiatan tidak dikenai biaya sewa lapak. Panitia hanya menetapkan area khusus yang boleh digunakan untuk berjualan, sehingga para pedagang tetap memiliki ruang yang teratur dan tidak mengganggu jalannya acara.

Para pedagang juga mengaku tidak mengalami kesulitan berarti selama berjualan dan menilai bahwa event seperti KMI Expo sangat membantu mereka, baik dari segi pendapatan maupun kesempatan bertemu lebih banyak pembeli.

Sementara itu, Muslim, pedagang cilor yang berjualan sejak sehari sebelum expo secara mandiri. Ia mencari lokasi strategisnya sendiri di jalur ramai pengunjung. Pada hari kedua expo, dagangannya ludes dalam waktu kurang dari tiga jam.

“Karena ada kirab budaya, jadi ramai sekali. Cepat habisnya,” ujarnya dengan senyum lebar. Kesempatan itu membuat ia merasakan lonjakan pembeli yang biasanya tidak ia temui di hari-hari biasa.

Dari sudut pandang ekonomi mikro, KMI Expo 2025 jelas memberikan dampak yang positif bagi pedagang kaki lima di sekitarnya. Mereka mendapat manfaat dari keramaian pengunjung, lokasi jualan, serta suasana expo yang mendatangkan pelanggan lebih banyak.

Hal ini menunjukkan bahwa event besar seperti KMI Expo bukan hanya penting untuk mahasiswa dan inovasi, tetapi juga dapat menggerakkan ekonomi lokal, terlebih bagi pedagang kecil yang berjualan di pinggir acara. (mg10/mg8)

Editor : H. Arif Riyanto
#Universitas Tidar (Untidar) #KMI EXPO 2025 #penggerak ekonomi #pedagang kaki lima (PKL) #P2MW 2025 #Kota Magelang