Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Lansia Kota Magelang Hidup Bahagia, Miliki Usia Panjang 77 Tahun

Magang Radar Magelang • Selasa, 18 November 2025 | 02:29 WIB

 

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono saat mewisuda para lansia yang menyelesaikan program Kelas Lansia, Selasa (17/11/2025).
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono saat mewisuda para lansia yang menyelesaikan program Kelas Lansia, Selasa (17/11/2025).

MAGELANG – Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mewisuda 120 orang yang lulus program Sekolah Lansia.

Mereka tergabung dalam  tiga sekolah lansia yaitu Sehati, Tabungbaras, dan Merah Putih. Masing-masing sekolah berada di tiga kelurahan berbeda yakni Tidar Selatan, Gelangan, dan Wates.

Sekolah Lansia bertujuan meningkatkan kualitas hidup dan membuat lansia mampu beradaptasi secara positif terhadap proses penuaan melalui berbagai aspek kehidupan. Di Sekolah Lansia, para lansia didorong agar tetap sehat melalui kegiatan fisik, tetap mandiri dan mampu mengurus diri sendiri, serta berperan aktif di dalam keluarga.

Tidak hanya itu, para lansia juga dibiasakan tetap produktif dengan memanfaatkan keterampilan dan pengalaman yang dimiliki. Seluruh kegiatan ini dilakukan agar para lansia tetap bahagia, sehingga memberikan energi positif bagi keluarga dan lingkungannya.

Salah satu peserta Sekolah Lansia Sehati, Hana, merasa bangga dengan adanya Sekolah Lansia, terutama di kampungnya, yakni Kampung Trunan yang ceria.

“Kami mendapatkan ilmu dalam pengalaman tentang apa lansia itu dan wawasan yang luas selama kita mengikuti Sekolah Lansia selama 8 kali,” kata Hana saat menyampaikan kesan dan pesan mengikuti Sekolah Lansia di Pendopo Pengabdian, Rumah Dinas Wali Kota Magelang, Senin (17/11/2025).

Hana berharap program Sekolah Lansia terus berkelanjutan. Bahkan setelah para lansia mendapatkan ilmu di sekolah.

“Kami berharap ke depannya menjadi lansia yang tangguh, berdaya, memiliki kualitas hidup sejahtera, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat,” ungkapnya.

Menariknya, salah satu wisudawati Sekolah Lansia 2025 berusia 80 tahun. Adalah Mariyati. Ia memiliki semangat yang luar biasa dalam mengikuti program ini hingga selesai.

Data Pemkot Magelang menunjukkan jumlah lansia di Kota Magelang terus meningkat dari tahun ke tahun. Jumlah lansia di tahun 2024 mencapai lebih dari 15 persen dari 130 ribu jiwa total penduduk Kota Magelang—atau mencapai 20.000 orang.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, rata-rata angka harapan hidup Kota Magelang berada di usia 77 tahun. Umur mereka lebih panjang, melebihi rata-rata nasional.

“Jadi hidup di Kota Magelang ini penuh kedamaian, kenyamanan, ayem tentrem, kerto raharjo. Memang kota kita ini kota idaman, artinya banyak sekali yang tinggal di sini merasa nyaman,” kata Damar.

Damar menerangkan banyak orang berkata bahwa Kota Magelang merupakan kota pensiunan. Menurutnya, stigma masyarakat tersebut tidak menjadi masalah.

“Tentunya stigma masyarakat seperti itu oke, nggak masalah. Tapi bukan berarti yang muda-muda ini stuck atau menunggu tuo tok. Kota ini akan terus bergerak maju, justru kaum lansia di Kota Magelang ini akan kita tempatkan di tempat yang terhormat,” jelasnya.

Sekolah Lansia yang merupakan bentuk dari program unggulan “Lansia Mantap, Nyaman dan Sejahtera” dihadirkan oleh Pemkot Magelang. Ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan dan rasa terima kasih kepada para lansia di Kota Magelang yang telah membesarkan kota dengan pengabdian dan cinta.

Lansia Berdaya (Sidaya) merupakan materi utama yang didapatkan para lansia di Sekolah Lansia. Sidaya memiliki 7 dimensi, yaitu lansia tangguh, pemeriksaan kesehatan lansia, kebudayaan, fisioterapi geriatri, latihan keterampilan budidaya anggrek, gizi lansia, dan keagamaan atau spiritual.

Pelaksanaan program Sidaya tingkat daerah dioperasionalkan melalui kegiatan Bina Keluarga Lansia (BKL). Pengembangan Sekolah Lansia Ini merupakan wadah pembelajaran dan pendampingan bagi para lansia agar mampu memahami, mengelola, dan meningkatkan kualitas hidup, baik secara fisik, sosial, spiritual, maupun emosional.

Plt Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Tengah, Hery Wiyanto, mengatakan para calon wisudawan-wisudawati Sekolah Lansia 2025 merupakan bukti nyata bahwa belajar tidak mengenal batas usia.

 

“Sekolah Lansia bukan hanya tempat menambah pengetahuan, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan semangat hidup, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan bahwa menjadi lansia bukan berarti berhenti. Tetapi justru saatnya untuk berbagi pengalaman dan menjadi inspirasi,” kata Hery.

Saat ini, Sekolah Lansia masih hanya tersedia di tiga kelurahan, yaitu Tidar Selatan, Gelangan, dan Wates. Namun, Pemkot Magelang melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPMP4KB) telah menyiapkan langkah dan strategi untuk perluasan pelaksanaan kegiatan secara bertahap ke seluruh kelurahan di Kota Magelang.

Sekolah Lansia 2025 telah dilaksanakan sejak 29 Agustus hingga 7 November dengan 40 peserta per kelas. Materi yang diberikan selama delapan pertemuan, dengan jangka waktu menyesuaikan lokasi kelurahan masing-masing. Kegiatan ini mendukung perwujudan program unggulan visi dan misi Wali Kota Magelang dan Wakil Wali Kota Magelang yakni “Lansia Mantap, Nyaman dan Sejahtera”. (mg1/put)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#sekolah lansia #wisuda #Wali Kota Magelang Damar Prasetyono