Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

PMI Kota Magelang Gelar Kompetisi Lomba Komunitas Sadar Bencana

Puput Puspitasari • Jumat, 7 November 2025 | 03:09 WIB
Peserta  Disaster Awareness Community Competition (DACC) bersiap mengikuti lomba, di basement Stadion dr Moch Soebroto, Kamis (6/11/2025).
Peserta Disaster Awareness Community Competition (DACC) bersiap mengikuti lomba, di basement Stadion dr Moch Soebroto, Kamis (6/11/2025).

RADARMAGELANG.ID, MagelangPalang Merah Indonesia (PMI) Kota Magelang kali ketiga menggelar Disaster Awareness Community Competition (DACC).

Lomba ini untuk menggugah masyarakat memiliki kesadaran akan bencana, sehingga terbangun ketahanan dalam menghadapinya.

Bukan hanya merespon ketika bencana itu sudah terjadi.

Ketua PMI Kota Magelang Suryantoro menjelaskan, poin penting dari lomba ini adalah kesadaran bencana.

Meliputi, memahami risiko atau potensi bencana yang bisa terjadi dalam suatu wilayah.

Kemudian mengetahui langkah mitigasi, kesiapsiagaan, hingga cara memberikan respon yang tepat dan cepat.

“Kita ingin masyarakat mengetahui tindakan yang harus dilakukan saat bencana terjadi, seperti mencari tempat perlindungan atau mengungsi ke tempat yang aman,” ujarnya, di sela lomba yang berlangsung di basement Stadion dr Moch Soebroto, Kamis (6/11/2025).

Selama ini, kegiatan misi kemanusiaan dari Kota Magelang  banyak melibatkan masyarakat yang tergabung dalam relawan PMI.

Mulai dari tingkat sekolah seperti Palang Merah Remaja (PMR) sampai masyarakat umum lainnya.

“Jumlah relawan di Kota Magelang ada sekitar 200 orang,” ujarnya.

Menurutnya, peran relawan dari unsur masyarakat sangat menentukan kesuksesan misi kemanusiaan.

Karena itu, pihaknya berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki keterampilan dalam menangani kebencanaan.

“Kita ingin Kota Magelang siap dan tanggap bencana,” tandasnya.

Sebelum lomba ini, pihaknya telah memberikan pelatihan dasar kebencanaan dan pertolongan pertama kepada kader-kader masyarakat. 

Mereka kemudian dikukuhkan dalam komunitas Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat).

“Setelah diformalkan, kita harapkan mereka menjadi lini terdepan dalam penanggulangan bencana, mengorganisir dan menggerakkan potensi yang ada di masyarakat, bersinergi bersama dengan kelompok siaga bencana (KSB) lainnya,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Magelang dr Sri Harso menempatkan relawan dalam posisi penting di kebencanaan.

Mereka tidak hanya melestarikan gotong royong yang menjadi budaya masyarakat Indonesia, namun juga mempercepat proses penanganan kebencanaan.

“Kita harapkan, minimal dalam satu kelurahan ada 5 relawan yang terlatih, sehingga kalau terjadi sesuatu, bisa membantu menangani kebencanaan,” imbuhnya.

Toh begitu, ia menyadari Pemkot Magelang belum bisa memberikan apresiasi yang layak kepada para relawan dalam bentuk finansial.

Saat ini, pihaknya baru bisa memberikan pelatihan peningkatan kapasitas dalam penanganan kebencanaan maupun penanganan kegawatdaruratan.

“Dalam waktu dekat, kami juga akan memberikan pelatihan penanganan penyakit yang banyak diderita masyarakat, seperti jantung, stroke, dan lainnya. Pelatihan ini akan diampu dokter yang berkompeten,” ucapnya.

Ia berharap, Sibat nantinya juga bisa membantu dalam kebencanaan maupun memberikan pertolongan pertama pada penyakit-penyakit tertentu di masyarakat.

DACC ini melombakan dua kategori, yakni lomba pertolongan pertama dan mitigasi bencana. (put)

Editor : H. Arif Riyanto
#bencana #Dr Sri Harso #pmi kota magelang #Kelompok Siaga Bencana