Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Tim Dosen UNTIDAR dan TPS-3R Merti Bumi Wringinputih Giatkan Pengolahan Sampah Plastik Jadi Furnitur (PLAFUR)

H. Arif Riyanto • Selasa, 4 November 2025 | 21:11 WIB
Tim dosen dan mahasiswa Universitas Tidar (UNTIDAR) berkolaborasi dengan TPS-3R Merti Bumi Wringinputih menggelar program pengabdian masyarakat optimalisasi pengolahan sampah menjadi produk PLAFUR.
Tim dosen dan mahasiswa Universitas Tidar (UNTIDAR) berkolaborasi dengan TPS-3R Merti Bumi Wringinputih menggelar program pengabdian masyarakat optimalisasi pengolahan sampah menjadi produk PLAFUR.

RADARMAGELANG.ID, BorobudurVolume dan kompleksitas sampah plastik yang terus meningkat menjadi tantangan lingkungan bagi warga Desa Wringinputih, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Untuk menjawab persoalan itu, tim dosen Universitas Tidar (UNTIDAR) berkolaborasi dengan TPS-3R Merti Bumi Wringinputih menggelar program pengabdian masyarakat bertajuk Peningkatan Peran Serta Masyarakat dan Optimalisasi Pengolahan Sampah Menjadi Produk PLAFUR (Plastik Jadi Furnitur) Berdaya Jual Tinggi untuk Mendukung Penerapan Ekonomi Sirkular yang Berkelanjutan, Minggu (2/11/2025).

Kegiatan yang berlangsung di TPS-3R Merti Bumi Wringinputih ini bertujuan melatih para pengurus TPS3R serta mengedukasi masyarakat agar mampu mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai guna dan bernilai jual tinggi.

Melalui pelatihan tersebut, warga diajak untuk mempraktikkan langsung proses pembuatan PLAFUR, mulai dari pemilahan tutup botol plastik, pencacahan, pencucian, peleburan menggunakan oven, hingga pengepresan menjadi papan plastik daur ulang.

Mahasiswa UNTIDAR turut mendampingi warga dalam setiap tahap praktik, memastikan penggunaan alat sesuai dengan prinsip yang telah diajarkan.

Kepala Dusun di Lingkungan Desa Wringin Putih juga turut hadir dan mendampingi kegiatan.

Praktik pengolahan sampah menjadi produk PLAFUR (Plastik Jadi Furnitur) Berdaya Jual Tinggi untuk Mendukung Penerapan Ekonomi Sirkular yang Berkelanjutan, Minggu (2/11/2025).
Praktik pengolahan sampah menjadi produk PLAFUR (Plastik Jadi Furnitur) Berdaya Jual Tinggi untuk Mendukung Penerapan Ekonomi Sirkular yang Berkelanjutan, Minggu (2/11/2025).

Ketua tim pengabdian Shefa Dwijayanti Ramadani, M.Pd, menjelaskan, program ini lahir dari kebutuhan masyarakat yang masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan sampah anorganik.

Meski TPS-3R Merti Bumi telah beroperasi sejak 2020, upaya pengolahan sampah plastik secara sirkular masih terbatas pada sampah organik menjadi kompos dan maggot.

Sementara plastik yang dipilah di TPS-3R Wringinputih saat ini hanya bernilai sekitar Rp400 per kilogram, sehingga tidak mampu menutup biaya operasional.

Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi alasan utama perlunya inovasi dalam pengelolaan sampah agar memiliki nilai tambah ekonomi.

“Kami melihat masyarakat butuh dukungan inovasi teknologi dan pendampingan untuk mengolah sampah plastik untuk menumbuhkan ekonomi sirkular,” ujar Shefa kepada Jawa Pos Radar Magelang.

Program ini diketuai oleh Shefa Dwijayanti Ramadani, M.Pd, bersama dua dosen lainnya, Serafica Btari Christiyani K., M.Sc dari FKIP Universitas Tidar dan Aulia Vidya Almadana, M.M dari Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.

Selain itu, melibatkan 20 mahasiswa lintas program studi di lingkungan UNTIDAR dalam kegiatan yang menjadi bagian dari Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM).

Program pengabdian ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Kepala TPS-3R Merti Bumi Wringinputih Nugroho menyambut baik sinergi tersebut.

“Selama ini kami fokus pada pemilahan sampah. Tapi karena harga plastik rendah, kegiatan TPS sering mengalami defisit. Dengan pelatihan PLAFUR ini, kami jadi tahu cara mengolah plastik bekas jadi produk bernilai ekonomi. Tentunya ini menjadi peluang baru bagi kami,” katanya.

Sebagai bentuk keberlanjutan, tim pengabdian UNTIDAR menyerahkan tiga unit mesin PLAFUR (mesin pencacah, oven pelebur, mesin press hidrolik), serta perangkat pendukung kepada TPS-3R Merti Bumi.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat dikelola secara kolektif dan menjadi percontohan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di tingkat desa.

“Kami berharap inovasi ini bisa terus dikembangkan, bukan hanya untuk mengurangi timbunan plastik, tapi juga sebagai peluang usaha baru bagi warga,” harap Shefa. (aro/web)

Editor : H. Arif Riyanto
#dosen Untidar #pengolahan sampah #Universitas Tidar Untidar Magelang #Pengabdian kepada masyarakat #sampah plastik